Kreasi dari Sekolah Penggerak, Siswa SMPN 7 Makassar Olah Ikan Tuna Jadi Abon
Sabtu, 25 Juni 2022 - 12:05 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, abon ikan yang diolah semua bahannya terbuat dari bahan alami. Ikan tuna yang dibeli di pasar kemudian dicuci bersih kemudian dikukus dan dihaluskan dengan bumbu-bumbu seperti sereh, ketumbar, lada, jintan, dan lainnya. Mereka bekerja sama dengan salah satu UMKM di Maros hingga abon itu pun siap kemas.
Rani mengatakan, olahan abon ikan yang dibuat timnya pun terpilih untuk mengikuti Borobudur Student Festival yang akan digelar 27 Juni 2022 hingga 2 Juli 2022. Dia menjelaskan, 250 bungkus abon ikan akan dibawa guna diperkenalkan ke seluruh stakeholder di acara yang digagas oleh Kemendikbudristek ini.
Rani mengaku senang sekolahnya terpilih menjadi salah satu Sekolah Penggerak di Kota Makassar. Terlebih dengan adanya pembelajaran berbasis proyek ini. Sebab menurutnya, dengan belajar praktik langsung seperti membuat abon dari ikan ini dia tidak hanya belajar mengenal bermacam ikan, kandungan gizi, dan juga apa yang bisa diolah dari ikan.
Pengalaman seru mengutarakan pendapat dengan sesama teman satu tim, pembagian tugas, hingga belajar memasak langsung itu, ujarnya, tidak ditemuinya jika hanya belajar di dalam kelas. “Mengolah ikan jadi abon itu tidak mudah. Ada yang gosong. Tapi kami tidak menyerah dan belajar membuatnya hingga berhasil,” ujarnya.
Baca juga: Tolak Draf RUU Sisdiknas, PP Pergunu Audiensi dengan Ketua Komisi VIII DPR
Rekan satu timnya, Andi Husnul menambahkan, olahan abon ikan ini tercetus karena banyak anak sekolah yang jarang sarapan. Maka dengan adanya abon ikan ini pun, katanya, anak-anak bisa menjadikan abon menu pilihan di kala ingin makan makanan yang praktis dan bergizi.
Rani mengatakan, olahan abon ikan yang dibuat timnya pun terpilih untuk mengikuti Borobudur Student Festival yang akan digelar 27 Juni 2022 hingga 2 Juli 2022. Dia menjelaskan, 250 bungkus abon ikan akan dibawa guna diperkenalkan ke seluruh stakeholder di acara yang digagas oleh Kemendikbudristek ini.
Rani mengaku senang sekolahnya terpilih menjadi salah satu Sekolah Penggerak di Kota Makassar. Terlebih dengan adanya pembelajaran berbasis proyek ini. Sebab menurutnya, dengan belajar praktik langsung seperti membuat abon dari ikan ini dia tidak hanya belajar mengenal bermacam ikan, kandungan gizi, dan juga apa yang bisa diolah dari ikan.
Pengalaman seru mengutarakan pendapat dengan sesama teman satu tim, pembagian tugas, hingga belajar memasak langsung itu, ujarnya, tidak ditemuinya jika hanya belajar di dalam kelas. “Mengolah ikan jadi abon itu tidak mudah. Ada yang gosong. Tapi kami tidak menyerah dan belajar membuatnya hingga berhasil,” ujarnya.
Baca juga: Tolak Draf RUU Sisdiknas, PP Pergunu Audiensi dengan Ketua Komisi VIII DPR
Rekan satu timnya, Andi Husnul menambahkan, olahan abon ikan ini tercetus karena banyak anak sekolah yang jarang sarapan. Maka dengan adanya abon ikan ini pun, katanya, anak-anak bisa menjadikan abon menu pilihan di kala ingin makan makanan yang praktis dan bergizi.
Lihat Juga :