Temui Anggota Dewan, Mahasiswa Doktoral di London Dorong Riset Berbasis STEM

Kamis, 21 Juli 2022 - 17:12 WIB
loading...
Temui Anggota Dewan,...
Mahasiswa doktoral Indonesia di London, Inggris bertemu dengan sejumlah anggota MPR. Foto/Dok/Doctrine-UK
A A A
JAKARTA - Mahasiswa doktoral Indonesia di London, Inggris bertemu dengan sejumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa berharap MPR mendorong pemerintah lebih serius mewujudkan riset berbasis Science, Technology, Engineering dan Mathematics ( STEM ).

Hal tersebut disampaikan Dyah Adi Sriwahyuni, Pengurus Doctoral Epistemic of Indonesian in the United Kingdom (Doctrine-UK) yang merupakan organisasi mahasiswa doktoral Indonesia se Inggris Raya.

Baca juga: Keren! Dosen UPER Ini Raih Gelar S3 Jurnalistik dari Amerika dengan IPK Sempurna

"Kebutuhan lulusan bidang STEM di dunia industri dan teknologi terus meningkat, kita harus siapkan periset muda di bidang STEM untuk mencapai generasi emas 2045,” ujar Dyah di KBRI London, Kamis pagi waktu Indonesia (21/7/2022).

Permintaan dunia kerja terhadap tenaga terampil di bidang STEM pun terus meningkat tiap tahun. Riset National Science Foundation Amerika Serikat menyatakan di masa mendatang, sebanyak 80 persen pekerjaan memerlukan kompetensi STEM.

“Teknologi berkembang demikian pesat, termasuk penemuan kecerdasan buatan. Pemerintah perlu mendorong pelajar hingga periset muda untuk meningkatkan keahlian di bidang STEM,” ucap Dyah yang merupakan mahasiswa doktoral di Queen Mary University of London.

Baca juga: 4 Jurusan Kuliah dengan Keketatan Tertinggi di Indonesia, Ada di Unpad dan UNJ

Pengembangan STEM dapat dimulai dari mendorong sekolah menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Pelajar dan mahasiswa yang menguasai bidang tersebut kelak terlatih memecahkan masalah secara kreatif dan inovatif.

Alirman Sori, Anggota DPD/MPR yang hadir dalam diskusi tersebut mengatakan keterampilan bidang sains dan teknologi amat penting untuk membangun generasi emas tahun 2045.

“Riset bisa menjadi tulang punggung kemajuan suatu bangsa. Inggris dan negara-negara maju di Eropa bisa menjadi negara kuat karena memiliki riset yang mumpuni,” ujar senator dari Sumatera Barat tersebut.

Oleh sebab itu, MPR mendorong pemerintah meningkatkan anggaran riset dan mengumpulkan talenta-talenta muda yang sudah merampungkan studi di luar negeri.

“Setelah selesai kuliah, bangun ekosistem riset di Indonesia. Berkolaborasilah dengan universitas dan jejaring di luar negeri untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sofyan Tan, senator lain yang hadir dalam diskusi tersebut, mengatakan parlemen telah mendorong pemerintah memajukan riset di tanah air. Antara lain melalui pengesahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

“Regulasi ini mengamanatkan pemerintah untuk mengembangkan riset di bidang sains dan teknologi yang strategis. Aturan ini akan menjadikan program riset dan pembangunan lebih efektif dan efisien,” ujar Anggota Komisi X DPR yang membidangi pendidikan tersebut.

Sedangkan, Departemen Pendidikan Inggris akan menggelontorkan 179 juta poundsterling atau sekitar Rp3,2 triliun untuk mendukung 2.200 mahasiswa menekuni bidang STEM di 40 universitas di Inggris tahun depan.

Selain itu mereka juga akan mendorong pelajar, terutama perempuan untuk fokus di bidang STEM dan memberikan pendampingan karier di bidang tersebut. Ini adalah upaya pemerintah Inggris untuk menepati komitmen mereka meningkatkan dana riset sebesar 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto pada 2027.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Pendaftaran 3 Beasiswa...
Pendaftaran 3 Beasiswa LPDP Co-Funding S2 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kisah Pritta, 19 Kali...
Kisah Pritta, 19 Kali Gagal Beasiswa hingga Lolos LPDP ke London Kini Mengabdi untuk Anak Indonesia
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Rekomendasi
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Berita Terkini
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved