SIL UI Gelar Simposium Internasional JESSD, Bahas Tantangan Pembangunan Berkelanjutan
Senin, 29 Agustus 2022 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Perkuat Tata Kelola Lembaga Pendidikan Ma'arif NU dengan Basis Teknologi
“Saya berharap yang terbaik untuk simposium ini dan berharap untuk terlibat dalam diskusi yang mendalam serta bertukar ide dengan Anda. Bersama-sama, kita dapat menantikan masa depan cerah yang dipenuhi dengan penelitian, pengetahuan, dan teknologi yang inovatif,” pungkasnya.
Pada hari pertama, Pembicara kunci terdiri dari RR Ratih Dyah Kusumastuti dari Departemen Management FEB Universitas Indonesia, Hui Nee Au Yong dari Universiti Tunku Abdul Rahmanm dan Mari Mulyani dari Oxford University. Ketiga pembicara menyampaikan gagasan bagaimana negara berkembang mengatasi masalah krisis lingkungan, terutama sampah dan kebijakan politik lingkungan.
Pada hari kedua pembicara kunci terdiri dari Dian Novarina dari ARRIL Group yang membahas Lesson Learned perusahaan dalam mewujudkan keberlanjutan Lingkungan, Jessica Hanafi dari LCI Indonesia yang membahas tentang penggunaan metode LCA dalam permasalahan air dan Haruki Agustina dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang membahas strategi kebijakan dalam penanganan sampah di Indonesia.
Sebagai informasi, The 3rd JESSD International Symposium telah menerima sejumlah artikel dari berbagai negara, seperti Malaysia, Korea Selatan, Ukraina, Thailand, Uzbekistan, Vietnam, Nigeria, Bangladesh, Rusia, Brazil, Polandia, Tiongkok, Jerman, Tunisia, dan Indonesia. Secara konsisten JESSD International Symposium sendiri telah menjadi hub antar para peneliti dan ilmuwan yang sejak 2020 sudah menerbitkan lebih dari 300 artikel terindeks Scopus.
“Saya berharap yang terbaik untuk simposium ini dan berharap untuk terlibat dalam diskusi yang mendalam serta bertukar ide dengan Anda. Bersama-sama, kita dapat menantikan masa depan cerah yang dipenuhi dengan penelitian, pengetahuan, dan teknologi yang inovatif,” pungkasnya.
Pada hari pertama, Pembicara kunci terdiri dari RR Ratih Dyah Kusumastuti dari Departemen Management FEB Universitas Indonesia, Hui Nee Au Yong dari Universiti Tunku Abdul Rahmanm dan Mari Mulyani dari Oxford University. Ketiga pembicara menyampaikan gagasan bagaimana negara berkembang mengatasi masalah krisis lingkungan, terutama sampah dan kebijakan politik lingkungan.
Pada hari kedua pembicara kunci terdiri dari Dian Novarina dari ARRIL Group yang membahas Lesson Learned perusahaan dalam mewujudkan keberlanjutan Lingkungan, Jessica Hanafi dari LCI Indonesia yang membahas tentang penggunaan metode LCA dalam permasalahan air dan Haruki Agustina dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang membahas strategi kebijakan dalam penanganan sampah di Indonesia.
Sebagai informasi, The 3rd JESSD International Symposium telah menerima sejumlah artikel dari berbagai negara, seperti Malaysia, Korea Selatan, Ukraina, Thailand, Uzbekistan, Vietnam, Nigeria, Bangladesh, Rusia, Brazil, Polandia, Tiongkok, Jerman, Tunisia, dan Indonesia. Secara konsisten JESSD International Symposium sendiri telah menjadi hub antar para peneliti dan ilmuwan yang sejak 2020 sudah menerbitkan lebih dari 300 artikel terindeks Scopus.
(nnz)
Lihat Juga :