Rumus Kimia Air Murni Serta Penemu Komposisi H2O, Cek Faktanya!

Minggu, 04 September 2022 - 16:12 WIB
loading...
Rumus Kimia Air Murni Serta Penemu Komposisi H2O, Cek Faktanya!
Laboratorium. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Mengenal rumus kimia air murni serta penemu komposisi H2O. Air merupakan senyawa yang sangat penting untuk semua makhluk hidup di Bumi. Keberadaannya sendiri, menutupi hampir 71 persen permukaan planet ini.

Sebagaimana dijelaskan dalam buku 'Alquran vs Sains Modern Menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dan kawan-kawan, air memiliki peran penting dalam proses pembentukan sel yang merupakan satuan organisme terkecil makhluk hidup.

Baca juga: Pengertian, Sifat, dan Rumus Kimia Alkohol

Mengenal rumus kimia air murni serta penemu komposisi H2O ini berasal dari kemajuan perkembangan ilmu sains modern saat ini. Dalam penemuannya, menyebutkan bahwa dasar sebuah sel atau sitoplasma, 80 persen terdiri dari air.

Rumus kimia dari air adalah H2O yang setiap molekulnya mengandung 1 oksigen dan 2 atom hidrogen yang dihubungkan oleh ikatan kovalen.

Dalam kimia, air atau air murni sebagai senyawa yang merupakan gabungan dari unsur hidrogen dan unsur oksigen. Air juga diketahui memiliki rumus kimia.

Baca juga: 10 Universitas di Indonesia yang Masuk 2.000 Besar Kampus Terbaik Dunia Versi Webometrics 2022

Peneliti modern mengungkapkan 50–90 persen dari tubuh organisme terdiri dari air. Sebab di dalam tubuh tidak akan terjadi reaksi kimiawi jika tanpa air.

Air juga memiliki peran utama bagi organ-organ tubuh agar bekerja sesuai fungsinya. Ini hanya beberapa contoh dari banyak fakta mengenai fungsi air yang sangat vital bagi kehidupan.

Mengenal rumus kimia air murni serta penemu komposisi H2O ini tersusun dari dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen. Ikatan kovalen sendiri adalah salah satu jenis ikatan kimia yang memiliki karakteristik berupa pasangan elektron yang saling terbagi di antara atom-atom yang berikatan.

Dalam struktur molekul air, dua atom hidrogen mempunyai karakteristik berupa pasangan elektron dalam satu atom oksigen. Elektron valensi atom oksigen dalam ikatan ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan atom hidrogen.

Hal ini menyebabkan ketidakstabilan elektron pada pada kedua atom tersebut. Untuk menstabilkannya kedua elektron maka harus direaksikan dan membentuk struktur lewis berupa ikatan kovalen tunggal.

Daya tarik atom oksigen (O) lebih besar dari gaya tarik dari atom hidrogen (H) menimbulkan momen dipol. Momen dipol yang timbul ini menyebabkan adanya gaya tarik menarik listrik antar molekul air.

Oleh sebab itu, molekul air cenderung berdekatan dan susah untuk dipisahkan. Sehingga menyebabkan titik didih air cukup tinggi. Sementara rumus molekul air adalah H2O.

Antoine-Laurent de Lavoisier merupakan orang yang bertanggung jawab memberikan nama untuk oksigen pada 1774. Kata oksigen sendiri terdiri dari 2 kata Yunani yakni oxus yang berarti asam dan gennan yang berarti menghasilkan.

Lavoisier telah membentuk fakta bahwa oksigen adalah komposisi gas di udara biasa atau udara normal. Oksigen juga bertanggung jawab untuk efek pembakaran pada belerang, logam, fosfor dan juga zat lain.

Ia kemudian melanjutkan penelitian terkait pembakaran yang menempatkan oksigen dan hidrogen di dalam balon kaca yang diberi sumber api dalam campuran tersebut. Ia mengamati ledakan serta pelepasan gas yang tak berwarna yang membuat sisi wadah seperti embun kental.

Embun kental tersebut menghasilkan cairan yang tidak berwarna yang disebut air. Dengan begitu, Lavoisier menyimpulkan bahwa pembakaran hidrogen dapat menghasilkan air.

Demikian rumus kimia air murni serta penemu komposisi H2O yang tak banyak diketahui.
(mpw)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2003 seconds (10.177#12.26)