Vokasi UI Dukung Pencegahan Stunting Melalui Edukasi di Kepulauan Rinca NTT

Rabu, 07 September 2022 - 14:20 WIB
loading...
Vokasi UI Dukung Pencegahan...
Tim Pengabdian Masyarakat, Program Pendidikan Vokasi UI memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting di Kepulauan Rinca, NTT. Foto/Dok/Humas UI
A A A
JAKARTA - Tim Pengabdian Masyarakat, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia ( UI ) memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting di Desa Pasir Panjang, Kepulauan Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Stunting merupakan sebuah kondisi gagal pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Baca juga: Inovasi Keren, Bantal Anti Bakteri-Tungau Kreasi Mahasiswa UGM

Hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 bahwa angka stunting di NTT tertinggi di antara 34 provinsi di Indonesia, yakni 37,8%. Sedangkan standar angka stunting menurut WHO di bawah 20%.

"Hal ini menjadi tantangan bagi negeri kita," ujar Ketua Pengabdian Masyarakat pada kegiatan, Nur Fadilah Dewi, dalam keterangannya, Rabu (7/9/2022).

Kegiatan ini mengangkat gerakan pencegahan stunting melalui edukasi di Desa Pasir Panjang yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat. Sekaligus mencetak generasi masa depan yang cemerlang.

Baca juga: Ciptakan Obat Pencernaan Herbal, Mahasiswa FIK UI Runner Up Ajang NUS FoodTech Challenge 2022

Sehingga diharapkan dapat memanfaatkan dengan maksimal sumber daya alam dan keindahan yang dimiliki oleh Desa Pasir Panjang yang terletak di Kawasan Taman Nasional Komodo.

Kegiatan pengabdian yang dipimpin Nur Fadilah Dewi ini didukung anggota Pengabdian Masyarakat yang terdiri atas dosen dan mahasiswa pada Program Studi Produksi Media Vokasi UI, yakni Rahmi Setiawati, Rangga Wisesa, Nailul Mona, Salma dan Haycal.

Ketua dan Anggota Pengabdi Vokasi UI memberikan edukasi melalui pemaparan materi, tanya jawab dan pendampingan kepada penduduk Desa Pasir Panjang. Peserta terdiri dari perangkat desa, kader, ibu-ibu dan remaja putri dan putra.

Pemaparan materi edukasi meliputi pentingnya mengenali tanda stunting dan pencegahan stunting pada anak, yaitu pada 1.000 hari pertama kehidupan, stimulasi pengasuhan, dan diberlakukannya pendidikan berkelanjutan.

Program pendampingan, konseling, dan beberapa pemerikasaan, seperti berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas dan kadar HB dapat dilakukan tiga bulan sebelum menikah dengan tujuan untuk memastikan calon pasangan usia subur dalam kondisi yang ideal untuk menikah dan persiapan hamil.

"Salah satu penyebab stunting adalah pola asuh yakni orang tua atau keluarga belum sepenuhnya memahami kesehatan gizi, makanan yang sehat meskipun penghasilan utama penduduk adalah ikan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta minimnya akses air bersih, sanitasi lingkungkungan yang masih menjadi kendala," kata Sumardin, petugas kesehatan di Desa Pasir Panjang.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan serta kesadaran penduduk Desa Pasir Panjang, untuk memperbaiki kondisi kesehatannya.

Terutama menurunkan angka kejadian stunting dan dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pola hidup sehat tanpa kurang gizi dan dapat meningkatkan taraf kehidupan ekonomi penduduk Desa Pasir Panjang.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Kolaborasi Dosen dan...
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UNJ Dorong Guru SD Produktif Menulis Karya Ilmiah
UPN Veteran Jakarta...
UPN Veteran Jakarta Perkuat Literasi Digital Warga untuk Cegah Penyebaran Hoaks
Tingkatkan Kompetensi...
Tingkatkan Kompetensi Guru, UNJ Sosialisasikan Deep Learning ke Pondok Pesantren
Perkuat Barisan Intelektual,...
Perkuat Barisan Intelektual, Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
Kasus Dugaan Pelecehan...
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Grup Chat Mahasiswa FHUI Masuk Tahap Verifikasi Bukti
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Rekomendasi
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Norwegia Lolos ke 16...
Norwegia Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Pantai Gading 2-1
Berita Terkini
Guru Bisa Dapat Bantuan...
Guru Bisa Dapat Bantuan Pendidikan S1/D4, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Cara Mudah Cek Kelulusan...
Cara Mudah Cek Kelulusan UM PTKIN 2026 yang Diumumkan Sore Ini
Cerita Leni, Anak Buruh...
Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved