Canberra Institute of Technology Siap Partisipasi dalam Program IISMAVO
Senin, 26 September 2022 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
“Saat ini ada 55 orang mahasiswa vokasi dari berbagai universitas dan politeknik di Indonesia yang mengikuti program IISMAVO di Australia. Sebagian mereka di Melbourne dan sebagian di Western Australia. Saya berharap CIT bisa ikut bergabung juga sehingga mahasiswa IISMAVO bisa menyebar sampai ke Canberra,” tutup Najib.
Mendapat penjelasan mengenai IISMAVO dan ajakan untuk berpartisipasi sebagai mitra program, Catherine menyampaikan apresiasi dan minatnya.
“Kami sangat tertarik dengan program IISMAVO, hal ini menunjukkan perhatian pemerintah Indonesia yang besar pada kemajuan sekolah vokasi di Indonesia. Indonesia dan Australia sangatlah dekat, bukan hanya dari sisi jarak tapi juga dari hubungan baik yang selama ini telah terbangun. CIT sangat tertarik untuk berpartisipasi dalam penguatan sumberdaya manusia di Indonesia khususnya dibidang vokasi,” tuturnya.
Adapun bidang-bidang yang unggul di CIT antara lain Art and Design, Business, Accounting and IT, Building and Construction, Health and Community Services, Hospitality and Culinary serta Project Management.
“Kami memiliki bidang-bidang yang saya yakin sangat dibutuhkan di Indonesia, seperti teknologi informasi, konstruksi, manajemen projek, dan lain-lain. Oleh karena itu kami siap jika diajak berpartisipasi dalam IISMAVO. Kami juga siap membantu dalam program capacity building bagi dosen-dosen vokasi di Indonesia,” tambah Catherine.
CIT merupakan lembaga pendidikan vokasi yang telah berpengalaman selama 90 tahun dalam memberikan pendidikan teknis dan lanjutan di wilayah Canberra dan sekitarnya. Saat ini, CIT menerima sekitar 20.000 mahasiswa setiap tahunnya.
Hal ini menunjukkan CIT sebagai lembaga pendidikan vokasi yang dipercaya oleh masyarakat Australia. Dengan rekam jejak yang baik seperti itu maka sangat layak jika CIT dapat bekerjasama dengan lembaga pendidikan vokasi di Indonesia untuk menciptakan lulusan vokasi Indonesia yang berkualitas global.
Mendapat penjelasan mengenai IISMAVO dan ajakan untuk berpartisipasi sebagai mitra program, Catherine menyampaikan apresiasi dan minatnya.
“Kami sangat tertarik dengan program IISMAVO, hal ini menunjukkan perhatian pemerintah Indonesia yang besar pada kemajuan sekolah vokasi di Indonesia. Indonesia dan Australia sangatlah dekat, bukan hanya dari sisi jarak tapi juga dari hubungan baik yang selama ini telah terbangun. CIT sangat tertarik untuk berpartisipasi dalam penguatan sumberdaya manusia di Indonesia khususnya dibidang vokasi,” tuturnya.
Adapun bidang-bidang yang unggul di CIT antara lain Art and Design, Business, Accounting and IT, Building and Construction, Health and Community Services, Hospitality and Culinary serta Project Management.
“Kami memiliki bidang-bidang yang saya yakin sangat dibutuhkan di Indonesia, seperti teknologi informasi, konstruksi, manajemen projek, dan lain-lain. Oleh karena itu kami siap jika diajak berpartisipasi dalam IISMAVO. Kami juga siap membantu dalam program capacity building bagi dosen-dosen vokasi di Indonesia,” tambah Catherine.
CIT merupakan lembaga pendidikan vokasi yang telah berpengalaman selama 90 tahun dalam memberikan pendidikan teknis dan lanjutan di wilayah Canberra dan sekitarnya. Saat ini, CIT menerima sekitar 20.000 mahasiswa setiap tahunnya.
Hal ini menunjukkan CIT sebagai lembaga pendidikan vokasi yang dipercaya oleh masyarakat Australia. Dengan rekam jejak yang baik seperti itu maka sangat layak jika CIT dapat bekerjasama dengan lembaga pendidikan vokasi di Indonesia untuk menciptakan lulusan vokasi Indonesia yang berkualitas global.
(mpw)
Lihat Juga :