UIN Jakarta Kukuhkan 2 Guru Besar Bidang Ekonomi, Ini Harapan Rektor
Selasa, 27 September 2022 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tertarik Beasiswa S2/S3 Bill Gates Cambridge, Gratis Kuliah dan Uang Saku Rp325 Juta per Tahun
Selain pembacaan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (SK Mendikbud Ristek) atas pengukuhan kedua besar, proses pengukuhan juga ditandai pengalungan selempang guru besar dan penyerahan SK pengangkatan kedua. Selain itu, prosesi pengukuhan juga ditandai pidato guru besar masing-masing.
Ibnu Qizam menyampaikan pidato guru besarnya yang berjudul “Akuntansi dan Globalisasi: Meneguhkan Jati Diri, Menguatkan Daya Komparasi, dan Memaknai Ekonomi“. Sedang Arief Mufraini menyampaikan pidatonya yang berjudul “Undo the Logic Keuangan Haji: Fenomena Spesifik Sumber Pendanaan Abadi“.
Ibnu Qizam, diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Akuntansi Keuangan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta, dengan angka kredit 902.60 berdasar Surat Keputusan Menteri Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 48177 Tahun 2022. Berdasar Surat Keputusan Menteri yang sama dengan nomor Nomor 51119 Tahun 2022, Arief Mufraini diangkat menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Islam dengan angka kredit 851.
Sebagai guru besar bidang akuntansi, Ibnu Qizam sejak lama meniti karier keilmuannya bidang ini. Ini dimulai dari studinya yang fokus di bidang akuntansi, mulai dari Diploma III Akuntansi di Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta, lalu sarjana hingga doktor akuntansi yang ditempuhnya dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Selain itu, ia juga meraih Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Ibnu Qizam sendiri menempuh karier profesionalnya sebagai seorang akademisi dengan menjadi pengajar di UIN Sunan Kalijaga. Selain mengajar, di kampus ini ia juga dipercaya menduduki sejumlah jabatan yang tidak jauh dari keuangan seperti Ketua Prodi Ekonomi Islam Fakultas Syarah UIN Sunan Kalijaga, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kaligaja, dan Kepala Satuan Pengawas Internal kampus yang sama. Sejak 2018, Ibnu Qizam mutasi menjadi dosen FEB UIN Jakarta.
Selain pembacaan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (SK Mendikbud Ristek) atas pengukuhan kedua besar, proses pengukuhan juga ditandai pengalungan selempang guru besar dan penyerahan SK pengangkatan kedua. Selain itu, prosesi pengukuhan juga ditandai pidato guru besar masing-masing.
Ibnu Qizam menyampaikan pidato guru besarnya yang berjudul “Akuntansi dan Globalisasi: Meneguhkan Jati Diri, Menguatkan Daya Komparasi, dan Memaknai Ekonomi“. Sedang Arief Mufraini menyampaikan pidatonya yang berjudul “Undo the Logic Keuangan Haji: Fenomena Spesifik Sumber Pendanaan Abadi“.
Ibnu Qizam, diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Akuntansi Keuangan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta, dengan angka kredit 902.60 berdasar Surat Keputusan Menteri Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 48177 Tahun 2022. Berdasar Surat Keputusan Menteri yang sama dengan nomor Nomor 51119 Tahun 2022, Arief Mufraini diangkat menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Islam dengan angka kredit 851.
Sebagai guru besar bidang akuntansi, Ibnu Qizam sejak lama meniti karier keilmuannya bidang ini. Ini dimulai dari studinya yang fokus di bidang akuntansi, mulai dari Diploma III Akuntansi di Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta, lalu sarjana hingga doktor akuntansi yang ditempuhnya dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Selain itu, ia juga meraih Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Ibnu Qizam sendiri menempuh karier profesionalnya sebagai seorang akademisi dengan menjadi pengajar di UIN Sunan Kalijaga. Selain mengajar, di kampus ini ia juga dipercaya menduduki sejumlah jabatan yang tidak jauh dari keuangan seperti Ketua Prodi Ekonomi Islam Fakultas Syarah UIN Sunan Kalijaga, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kaligaja, dan Kepala Satuan Pengawas Internal kampus yang sama. Sejak 2018, Ibnu Qizam mutasi menjadi dosen FEB UIN Jakarta.
Lihat Juga :