Dua Karya Tulis Terbaik Juara Pertama Writing Competition Djarum Beasiswa Plus 2021/2022
Rabu, 28 September 2022 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
“Misalnya, memanfaatkan bahan alami untuk pengobatan dan kesehatan, kepedulian terhadap atlet, permasalahan pencemaran lingkungan, permasalahan manajemen energi terbarukan, dan masih banyak lagi,” katanya.
baca juga: Djarum Foundation Tawarkan Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi, Ini Syaratnya
Ia menjelaskan, dewan juri memilih karya tulis Aplikasi berSATU dan Oksimeter Janin Non-Invasif karena idenya menarik dan solutif. Apalagi, isu di bidang olahraga masa depan atlet dan kesehatan bayi akibat kekurangan oksigen adalah isu yang kerap terjadi di tengah masyarakat.
“Kami berharap karya tulis mereka ini menjadi langkah awal generasi muda yang peduli terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Sekaligus hasil pemikiran yang cemerlang dari para generasi muda sangat berharga untuk membangun bangsa di masa mendatang,” kata Prof Ronny.
Pemenang I kategori noneksakta Andi Ameera Sayaka Cakravastia, menjelaskan latar belakang topik yang diangkatnya ini adalah karena kepedulian terhadap para pahlawan olahraga Indonesia yang harus berjuang sekuat tenaga demi mendapatkan kehidupan kayak selepas karir olahraganya.
Ia memaparkan, aplikasi ‘berSATU’ dilengkapi dengan berbagai fitur bantuan berupa layanan serta edukasi dari berbagai aspek yakni, karier atlet profesional, finansial, kesehatan mental, pendidikan, dan sosial. Melalui aplikasi terintegrasi ‘berSATU’ diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan dengan memaksimalkan potensi atlet serta membantu para atlet mempersiapkan masa depannya.
baca juga: Bakti Budaya Djarum Hadirkan Pengalaman Menonton Teater di Rumah
Tercatat dari karya tulis Ameera, bahwa berdasarkan data 7/10 mantan atlet Indonesia mengaku saat ini hidupnya belum sejahtera secara finansial. Mereka rela mengorbankan masa muda demi membela tanah air, sehingga mereka harus kehilangan kesempatan untuk mempersiapkan masa depan mereka di dunia kerja profesional.
“Aplikasi ‘berSATU’ hadir untuk membantu atlet muda Indonesia memaksimalkan potensi mereka sebagai atlet dan mempersiapkan masa depan setelah karier olahraganya berakhir,” jelas Ameera.
Selain layanan edukasi, ‘berSATU’ juga akan menerapkan pendekatan rantai nilai untuk dapat memetakan pihak-pihak yang terlibat dalam memberikan pelayanan persiapan karier guna menunjang prestasi dan masa depan atlet-atlet Indonesia.
Sementara pemenang I kategori eksakta Najla Rasikha Putri Harza mengungkapkan, bahwa menurut WHO, 23% kematian bayi yang baru lahir disebabkan oleh Birth Asphyxia. Asfiksia terjadi ketika otak bayi dan organ tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi sebelum, selama, atau tepat setelah lahir.
baca juga: Djarum Foundation Tawarkan Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi, Ini Syaratnya
Ia menjelaskan, dewan juri memilih karya tulis Aplikasi berSATU dan Oksimeter Janin Non-Invasif karena idenya menarik dan solutif. Apalagi, isu di bidang olahraga masa depan atlet dan kesehatan bayi akibat kekurangan oksigen adalah isu yang kerap terjadi di tengah masyarakat.
“Kami berharap karya tulis mereka ini menjadi langkah awal generasi muda yang peduli terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Sekaligus hasil pemikiran yang cemerlang dari para generasi muda sangat berharga untuk membangun bangsa di masa mendatang,” kata Prof Ronny.
Pemenang I kategori noneksakta Andi Ameera Sayaka Cakravastia, menjelaskan latar belakang topik yang diangkatnya ini adalah karena kepedulian terhadap para pahlawan olahraga Indonesia yang harus berjuang sekuat tenaga demi mendapatkan kehidupan kayak selepas karir olahraganya.
Ia memaparkan, aplikasi ‘berSATU’ dilengkapi dengan berbagai fitur bantuan berupa layanan serta edukasi dari berbagai aspek yakni, karier atlet profesional, finansial, kesehatan mental, pendidikan, dan sosial. Melalui aplikasi terintegrasi ‘berSATU’ diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan dengan memaksimalkan potensi atlet serta membantu para atlet mempersiapkan masa depannya.
baca juga: Bakti Budaya Djarum Hadirkan Pengalaman Menonton Teater di Rumah
Tercatat dari karya tulis Ameera, bahwa berdasarkan data 7/10 mantan atlet Indonesia mengaku saat ini hidupnya belum sejahtera secara finansial. Mereka rela mengorbankan masa muda demi membela tanah air, sehingga mereka harus kehilangan kesempatan untuk mempersiapkan masa depan mereka di dunia kerja profesional.
“Aplikasi ‘berSATU’ hadir untuk membantu atlet muda Indonesia memaksimalkan potensi mereka sebagai atlet dan mempersiapkan masa depan setelah karier olahraganya berakhir,” jelas Ameera.
Selain layanan edukasi, ‘berSATU’ juga akan menerapkan pendekatan rantai nilai untuk dapat memetakan pihak-pihak yang terlibat dalam memberikan pelayanan persiapan karier guna menunjang prestasi dan masa depan atlet-atlet Indonesia.
Sementara pemenang I kategori eksakta Najla Rasikha Putri Harza mengungkapkan, bahwa menurut WHO, 23% kematian bayi yang baru lahir disebabkan oleh Birth Asphyxia. Asfiksia terjadi ketika otak bayi dan organ tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi sebelum, selama, atau tepat setelah lahir.
Lihat Juga :