Sudirman Said: Indonesia Perlu Pacu Pendidikan Vokasi sebagai Penopang Pertumbuhan
Senin, 10 Oktober 2022 - 14:00 WIB
loading...
Ketua Dewan Pembina YPHB Sudirman Said menyampaikan orasi pada Wisuda ke 18 lembaga pendidikan Politeknik Harapan Bersama, Selasa (4/10). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Indonesia adalah negara dengan ruang tumbuh yang amat besar di berbagai bidang, termasuk bidang ekonomi.
Namun, ruang tumbuh itu baru bisa diisi jika punya kepemimpinan yang kompeten, yang mampu mengatasi masalah korupsi, mendorong penegakkan hukum, dan meningkatkan kualitas manusia.
Salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi adalah tersedianya tenaga terampil dan profesional.
"Bila kita mau tumbuh sehat dan kuat, kemampuan tenaga kerja kita harus ditingkatkan. Disinilah pentingnya memacu pendidikan vokas i di berbagai bidang," papar Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Politeknik Harapan Bersama (YPHB) Sudirman Said, Senin (10/10/2022).
Baca juga: 10 Universitas dengan Fakultas dan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia, Mana Pilihanmu
Jumlah penduduk yang besar, merupakan potensi pasar sekaligus sumber daya yang bisa menopang pertumbuhan.
Sumber daya alam baik yang tak terbarukan maupun terbarukan adalah modal besar yang dapat diolah untuk menghasilkan nilai tambah.
Namun, ruang tumbuh itu baru bisa diisi jika punya kepemimpinan yang kompeten, yang mampu mengatasi masalah korupsi, mendorong penegakkan hukum, dan meningkatkan kualitas manusia.
Salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi adalah tersedianya tenaga terampil dan profesional.
"Bila kita mau tumbuh sehat dan kuat, kemampuan tenaga kerja kita harus ditingkatkan. Disinilah pentingnya memacu pendidikan vokas i di berbagai bidang," papar Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Politeknik Harapan Bersama (YPHB) Sudirman Said, Senin (10/10/2022).
Baca juga: 10 Universitas dengan Fakultas dan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia, Mana Pilihanmu
Jumlah penduduk yang besar, merupakan potensi pasar sekaligus sumber daya yang bisa menopang pertumbuhan.
Sumber daya alam baik yang tak terbarukan maupun terbarukan adalah modal besar yang dapat diolah untuk menghasilkan nilai tambah.
Lihat Juga :