Berkat Minyak Jelantah, Mahasiswa UPER Juarai Kompetisi Migas Internasional di AS
Senin, 17 Oktober 2022 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 16 Kampus dengan Jurusan Perhotelan Terbaik di Indonesia
“Limbah lumpur minyak terdiri dari campuran air, sedimen, dan hidrokarbon berkonsentrasi tinggi. Limbah ini juga mengandung logam berat yang dapat membahayakan lingkungan maupun manusia,” tambahnya.
Melalui penelitiannya, Athallah menawarkan metode bioremediasi menggunakan bantuan bakteri untuk mendegradasi limbah lumpur minyak. Namun, karena memiliki viskositas yang sangat tinggi, bakteri pada umumnya akan sulit untuk mengurai limbah lumpur minyak secara optimal. Selain itu, bakteri juga mendapatkan nutrien tambahan dari biosurfaktan sehingga mereka lebih nyaman berkembang biak dan tumbuh.
Henricus Herwin, VP Upstream Business Development Pertamina Hulu Energi (PHE), mengutarakan kebanggaannya atas keberhasilan Athallah. PHE turut aktif mendukung pengembangan mahasiswa Indonesia, di antaranya dengan mensponsori Athallah dan timnya untuk berkompetisi di Houston.
"Saya mengucapkan selamat bagi Universitas Pertamina atas pencapaiaan yang luar biasa ini. Saya yakin ini merupakan buah dari kerja keras dan ketekunan. Teman-teman Universitas Pertamina telah menunjukkan kepada kita semua bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat regional dan internasional," ujar Henricus.
Inovasi Athallah menonjol karena memiliki sejumlah keuntungan, yakni biaya yang lebih terjangkau karena dibuat dari limbah minyak jelantah dan lebih ramah lingkungan bila dibandingkan dengan metode konvensional, yakni insinerasi dan land filling.
“Limbah lumpur minyak terdiri dari campuran air, sedimen, dan hidrokarbon berkonsentrasi tinggi. Limbah ini juga mengandung logam berat yang dapat membahayakan lingkungan maupun manusia,” tambahnya.
Melalui penelitiannya, Athallah menawarkan metode bioremediasi menggunakan bantuan bakteri untuk mendegradasi limbah lumpur minyak. Namun, karena memiliki viskositas yang sangat tinggi, bakteri pada umumnya akan sulit untuk mengurai limbah lumpur minyak secara optimal. Selain itu, bakteri juga mendapatkan nutrien tambahan dari biosurfaktan sehingga mereka lebih nyaman berkembang biak dan tumbuh.
Henricus Herwin, VP Upstream Business Development Pertamina Hulu Energi (PHE), mengutarakan kebanggaannya atas keberhasilan Athallah. PHE turut aktif mendukung pengembangan mahasiswa Indonesia, di antaranya dengan mensponsori Athallah dan timnya untuk berkompetisi di Houston.
"Saya mengucapkan selamat bagi Universitas Pertamina atas pencapaiaan yang luar biasa ini. Saya yakin ini merupakan buah dari kerja keras dan ketekunan. Teman-teman Universitas Pertamina telah menunjukkan kepada kita semua bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat regional dan internasional," ujar Henricus.
Inovasi Athallah menonjol karena memiliki sejumlah keuntungan, yakni biaya yang lebih terjangkau karena dibuat dari limbah minyak jelantah dan lebih ramah lingkungan bila dibandingkan dengan metode konvensional, yakni insinerasi dan land filling.
Lihat Juga :