PPIM UIN Jakarta Sebut Ekstremisme Sasar Generasi Muda dan Mahasiswa
Jum'at, 04 November 2022 - 00:55 WIB
loading...
Pluralisme Agama. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Hasil riset dan studi yang dilakukan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat ( PPIM ) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan ekstremisme banyak menyasar anak muda, termasuk mahasiswa.
Hal itu diungkap Direktur Riset PPIM UIN Jakarta, Didin Syafruddin dalam acara Diskusi Publik bertajuk, “Moderasi Beragama dan Tantangan Ekstremisme di Indonesia” yang diselenggarakan Lingkar Studi Politik Indonesia (LSPI) bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama di Wisma Syahida Iin UIN Jakarta.
Baca juga: 5 Tips Jitu Lolos Beasiswa ke Luar Negeri dengan IPK 2 Koma
“Termasuk juga Perguruan Tinggi (Islam), semisal UIN, tidak luput dari paparan ekstremisme,” kata Didin dalam keterangan pers, Kamis (4/11/2022).
Didin membeberkan alasan kenapa mahasiswa di kampus yang homogen cenderung gampang terpapar virus radikalisme dan ekstremisme. Menurutnya, pergaulan sosial yang tidak plural menjadi salah satu penyebabnya.
“Karena interaksi mahasiswa yang homogen, pergaulan sosial yang tidak plural. Tidak terbiasa berinteraksi dengan orang yang beda agama,” bebernya.
Baca juga: UI Kembali Jadi Kampus Terbaik di Indonesia pada 3 Rumpun Ilmu Versi THE 2023
Hal itu diungkap Direktur Riset PPIM UIN Jakarta, Didin Syafruddin dalam acara Diskusi Publik bertajuk, “Moderasi Beragama dan Tantangan Ekstremisme di Indonesia” yang diselenggarakan Lingkar Studi Politik Indonesia (LSPI) bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama di Wisma Syahida Iin UIN Jakarta.
Baca juga: 5 Tips Jitu Lolos Beasiswa ke Luar Negeri dengan IPK 2 Koma
“Termasuk juga Perguruan Tinggi (Islam), semisal UIN, tidak luput dari paparan ekstremisme,” kata Didin dalam keterangan pers, Kamis (4/11/2022).
Didin membeberkan alasan kenapa mahasiswa di kampus yang homogen cenderung gampang terpapar virus radikalisme dan ekstremisme. Menurutnya, pergaulan sosial yang tidak plural menjadi salah satu penyebabnya.
“Karena interaksi mahasiswa yang homogen, pergaulan sosial yang tidak plural. Tidak terbiasa berinteraksi dengan orang yang beda agama,” bebernya.
Baca juga: UI Kembali Jadi Kampus Terbaik di Indonesia pada 3 Rumpun Ilmu Versi THE 2023
Lihat Juga :