Dosen ITS Jadi Penerima Habibie Prize Termuda dalam Sejarah, Ini Profilnya
Jum'at, 11 November 2022 - 09:48 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu karya Naufan yang berupa poster juga pernah digunakan dalam konferensi perubahan iklim pada tahun 2021 di Skotlandia. Di skala nasional, lima karyanya terpilih sebagai lima desain maskot terpilih dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Serang, Kabupaten Belitung, Lumajang, Sampang, dan Pamekasan. “Saya juga terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ITS untuk kebermanfaatan masyarakat, serta proyek-proyek non-profit di Pamekasan,” sambungnya.
Dosen yang menjadi bagian dari Dewan Kesenian Kabupaten Pamekasan ini mengaku mendapat banyak dukungan dan bantuan dari ITS. Ia mengucapkan apresiasi yang besar, khususnya terhadap jajaran pimpinan ITS, pimpinan Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD), serta manajemen departemen DKV ITS. “Mereka banyak mendukung terutama saat menyambut tamu dari BRIN ketika datang ke DKV dalam rangka membuat profil saya untuk penganugerahan nanti,” ungkapnya.
Baca juga: SMAN 1 Kawali Jadi Percontohan Sekolah Toleransi dan Antihoaks di Jabar
Terkait dengan hal tersebut, Naufan berujar bahwa prestasi yang ia dapatkan saat ini merupakan hasil kerja keras bersama, bukan hanya dari dirinya seorang. Penghargaan Habibie Prize tidak akan ia raih bilamana tidak ada dukungan dari segenap sivitas akademika ITS. “ Ini prestasi bersama, bukan cuma saya yang dapat, tapi juga ITS,” ungkapnya.
Naufan berpesan kepada seluruh sivitas akademika ITS dan anak muda lainnya untuk tidak pernah berhenti belajar dan berkarya dalam mengembangkan teori, pengetahuan, serta menerapkannya dengan visi-visi baru. “Mari bersama-sama untuk terus mengharumkan nama ITS dengan cara apapun di bidang kompetensi kita masing-masing, sehingga semakin banyak sivitas akademika ITS lain yang memperoleh rekognisi di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Dosen yang menjadi bagian dari Dewan Kesenian Kabupaten Pamekasan ini mengaku mendapat banyak dukungan dan bantuan dari ITS. Ia mengucapkan apresiasi yang besar, khususnya terhadap jajaran pimpinan ITS, pimpinan Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD), serta manajemen departemen DKV ITS. “Mereka banyak mendukung terutama saat menyambut tamu dari BRIN ketika datang ke DKV dalam rangka membuat profil saya untuk penganugerahan nanti,” ungkapnya.
Baca juga: SMAN 1 Kawali Jadi Percontohan Sekolah Toleransi dan Antihoaks di Jabar
Terkait dengan hal tersebut, Naufan berujar bahwa prestasi yang ia dapatkan saat ini merupakan hasil kerja keras bersama, bukan hanya dari dirinya seorang. Penghargaan Habibie Prize tidak akan ia raih bilamana tidak ada dukungan dari segenap sivitas akademika ITS. “ Ini prestasi bersama, bukan cuma saya yang dapat, tapi juga ITS,” ungkapnya.
Naufan berpesan kepada seluruh sivitas akademika ITS dan anak muda lainnya untuk tidak pernah berhenti belajar dan berkarya dalam mengembangkan teori, pengetahuan, serta menerapkannya dengan visi-visi baru. “Mari bersama-sama untuk terus mengharumkan nama ITS dengan cara apapun di bidang kompetensi kita masing-masing, sehingga semakin banyak sivitas akademika ITS lain yang memperoleh rekognisi di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :