Guru Penggerak, Saatnya Bergerak untuk Dunia Pendidikan Indonesia
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Guru Penggerak harus lulus seleksi dan mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak. Program ini akan menciptakan guru penggerak yang dapat mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi dan kolaborasi secara mandiri.
Guru Penggerak harus memiliki kematangan moral, emosi dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik. Selain mampu merencanakan, menjalankan, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid dengan melibatkan orang tua. Tak kalah penting Guru Penggerak harus mampu berkolaborasi dengan orang tua dan komunitas untuk mengembangkan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid.
Guru Penggerak harus punya visi untuk mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah. (Baca juga: Rapid Test reaktif, 3 Pengunjung Kafe Langsung Masuk Karantina)
Guru Penggerak diharapkan menjadi katalis perubahan pendidikan di daerahnya dengan cara menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya; menjadi pendamping bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah; mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah; membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan; menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well being ekosistem pendidikan di sekolah.
Program Pilot
Guru Penggerak dituntut menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengemangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila. (Lihat videonya: Kapal Tak Bisa Sandar, Sapi Dilempar ke Laut)
Guru Penggerak harus memiliki kematangan moral, emosi dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik. Selain mampu merencanakan, menjalankan, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid dengan melibatkan orang tua. Tak kalah penting Guru Penggerak harus mampu berkolaborasi dengan orang tua dan komunitas untuk mengembangkan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid.
Guru Penggerak harus punya visi untuk mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah. (Baca juga: Rapid Test reaktif, 3 Pengunjung Kafe Langsung Masuk Karantina)
Guru Penggerak diharapkan menjadi katalis perubahan pendidikan di daerahnya dengan cara menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya; menjadi pendamping bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah; mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah; membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan; menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well being ekosistem pendidikan di sekolah.
Program Pilot
Guru Penggerak dituntut menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengemangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila. (Lihat videonya: Kapal Tak Bisa Sandar, Sapi Dilempar ke Laut)
Lihat Juga :