Jawab Tantangan Global, ITB Buka Program Magister Smart-X
Rabu, 07 Desember 2022 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi ini adalah langkah awal dari ITB dalam rangka turut menjawab tantangan nasional dan tantangan global. Tentunya program-program seperti ini tidak hanya multidisiplin di dalam internal ITB, tetapi juga akan melibatkan prodi-prodi lain di luar ITB,” terang Prof. Reini.
Ketua Tim Magister Smart-X I Gusti Bagus Baskara Nugraha menjelaskan, smart system merupakan sistem cerdas yang berbasis proses pengumpulan data, pemahaman dan otomasi, serta penciptaan nilai nilai baru. Penerapan smart system sangat dibutuhkan pada era digital saat ini karena menawarkan berbagai kemudahan dan efisiensi dalam setiap pekerjaan manusia.
Baca juga: Ubah Anggrek Jadi Bahan Pangan, Hasil Riset Tim UMM Raih Medali Pimnas Ke-35
Smart system saat ini sudah mulai dikenal secara luas di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, finansial, manufaktur, agrikuktur, dan lain lain. Teknologi pendukung dalam sistem ini pun sekarang sudah lebih mudah untuk diadopsi, dengan biaya adopsi teknologi yang jauh lebih kompetitif daripada sebelumnya.
Dengan begitu, tantangan dalam mengadopsi teknologi ini terletak pada sumber daya manusianya. Bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang memahami smart system beserta teknologi pendukungnya, memiliki daya inovasi sehingga dapat menciptakan nilai baru dari sistem tersebut, hingga nantinya mampu untuk merancang solusi smart system yang aplikatif.
Ketua Tim Magister Smart-X I Gusti Bagus Baskara Nugraha menjelaskan, smart system merupakan sistem cerdas yang berbasis proses pengumpulan data, pemahaman dan otomasi, serta penciptaan nilai nilai baru. Penerapan smart system sangat dibutuhkan pada era digital saat ini karena menawarkan berbagai kemudahan dan efisiensi dalam setiap pekerjaan manusia.
Baca juga: Ubah Anggrek Jadi Bahan Pangan, Hasil Riset Tim UMM Raih Medali Pimnas Ke-35
Smart system saat ini sudah mulai dikenal secara luas di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, finansial, manufaktur, agrikuktur, dan lain lain. Teknologi pendukung dalam sistem ini pun sekarang sudah lebih mudah untuk diadopsi, dengan biaya adopsi teknologi yang jauh lebih kompetitif daripada sebelumnya.
Dengan begitu, tantangan dalam mengadopsi teknologi ini terletak pada sumber daya manusianya. Bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang memahami smart system beserta teknologi pendukungnya, memiliki daya inovasi sehingga dapat menciptakan nilai baru dari sistem tersebut, hingga nantinya mampu untuk merancang solusi smart system yang aplikatif.
Lihat Juga :