Lepas 1.404 Wisudawan, Prasmul Harap Lulusannya Sanggup Jawab Tantangan Global

Kamis, 08 Desember 2022 - 18:34 WIB
loading...
Lepas 1.404 Wisudawan, Prasmul Harap Lulusannya Sanggup Jawab Tantangan Global
Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) melepaskan 1.404 wisudawan terbaiknya dalam wisuda 2022 dengan mengusung tema Embarking on Fundamental Resetting di Jakarta (6/12/2022). Foto/Dok/Prasmul
A A A
JAKARTA - Universitas Prasetiya Mulya ( Prasmul ) melepaskan 1.404 wisudawan terbaiknya dalam wisuda 2022 dengan mengusung tema “Embarking on Fundamental Resetting” yang diselenggarakan secara luring di Jakarta (6/12/2022).

Wakil Ketua Yayasan Prasetiya Mulya Edwin Soeryadjaya mengajak para lulusannya untuk mampu berkontribusi dalam penataan ulang yang mendasar sebagai upaya menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin pesat.

Baca juga: Sambut 1.404 Lulusan, Begini Keseruan Acara Welcoming New Alumni 2022 Prasetiya Mulya

Edwin Soeryadjaya mengungkapkan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan wisudawan dalam menyelesaikan pembelajaran hybrid sebagai langkah adaptif akan perubahan mendasar yang terjadi karena pandemi Covid-19.

“Kemauan dan kesiapan menghadapi pergolakan fundamental menjadi faktor penentu bagaimana umat manusia mampu bertahan hidup mengikuti perkembangan maupun menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin pesat," kata Edwin dalam keterangan pers, Kamis (8/12/2022).

"Yayasan Prasetiya Mulya melalui layanan pendidikan berkomitmen menjadi solusi dari penataan ulang kehidupan mendasar dengan meningkatkan cakupan jangkauan mutu kolaboratif dan mengedepankan semangat keberagaman demi kemajuan bangsa,” tambahnya.

Baca juga: Peduli Kelestarian Lingkungan, Universitas Prasetiya Mulya Tanam 1.454 Bibit Mangrove

Dr. Alexius Darmadi K. selaku Direktur Utama PT Sumi Asih yang berkesempatan menyampaikan pidato ilmiahnya pada wisuda tahun ini menjelaskan bahwa peluang bisnis muncul karena adanya demand.

“Manusia diberkati sumber daya alam yang bisa menjadi supply guna memenuhi kebutuhan pasar, ditopang dengan ilmu dari para pendahulu sehingga mampu menciptakan sebuah inovasi bisnis. Namun, bisnis dan demand terus berkembang sehingga dibutuhkan inovasi lain, yakni bisnis sirkuler,” jelas Dr. Alexius.

Dr. Alexius memberi contoh pada 2021, Indonesia menghasilkan 65 juta ton sampah dan lebih dari 50% adalah sampah bersifat organik. Inovasi bisnis sirkular mengkonversi sampah menjadi sebuah sumber daya baru yang bernilai sehingga memberikan solusi baru bagi perkembangan bisnis.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3208 seconds (10.101#12.26)