Mengurai Bahaya Laten PPDB yang Selalu Kisruh Tiap Tahun

Senin, 13 Juli 2020 - 08:29 WIB
loading...
Mengurai Bahaya Laten...
Hampir setiap tahun proses PPDB selalu memunculkan kekisruhan yang menyisakan banyak cerita sedih. Butuh terobosan agar PPDB benar-benar berjalan transparan dan memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Foto: dok/Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Indonesia merupakan bahaya laten. Hampir setiap tahun proses PPDB selalu memunculkan kekisruhan yang menyisakan banyak cerita sedih. Butuh terobosan agar PPDB benar-benar berjalan transparan dan memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak Indonesia.

Aristawidya Maheswari (15) tak bisa menyembunyikan gurat kesedihan di wajahnya. Meskipun dia banyak tersenyum saat menjawab pertanyaan, siswa dengan banyak prestasi itu kerap tertunduk saat menceritakan kronologi kegagalannya mengikuti PPDB di wilayah DKI Jakarta. Anak yatim-piatu itu akhirnya memutuskan untuk putus sekolah dan menunggu satu tahun agar bisa masuk bangku sekolah menengah atas. ”Agak sedih juga, tapi karena memang tidak masuk karena nilai. Nilai aku tidak terlalu tinggi, tidak terlalu rendah juga. Udah coba ke delapan sekolah, tapi tidak dapat juga," kata Arista di kediamannya, di Rusun Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur, pekan lalu.

Siswa penerima 700 penghargaan seni lukis ini menuturkan, dirinya telah mencoba berbagai macam jalur PPDB. Dari jalur prestasi nonakademik, jalur afirmasi untuk pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), zonasi, hingga prestasi akademik. Namun, Arista ternyata tetap gagal meraih kursi sekolah negeri. Dia sempat mencoba jalur tahap akhir pada 8 Juli 2020, yang dialokasikan dari peserta PPDB yang tidak mendaftar ulang serta siswa tidak naik kelas. Meski faktor usia tidak lagi dipertimbangkan dalam jalur terakhir itu, Arista kalah bersaing dalam perolehan pembobotan nilai. Alumnus SMPN 92 Jakarta itu hanya mengumpulkan total nilai 7.762,4. Total nilai itu didasarkan akumulasi nilai rata-rata rapor 81,71 dikalikan nilai akreditasi 9,5 poin. “Pada jalur terakhir ini aku mencoba di SMAN 12, 21, 36, 61, 53, 59, 45, dan 102. Tapi, rata-rata yang diterima nilainya 8.000-an,” katanya.

Siwi (60) nenek Arista, mengaku tidak mempunyai biaya jika harus menyekolahkan sang cucu ke sekolah swasta. Dia dan suaminya yang merupakan pensiunan pegawai swasta tidak mempunyai penghasilan tetap. “Kesehariannya ya kami dibantu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, berat biayanya kalau sekolah swasta,” ujar Siwi. (Baca: Kisruh PPDB, DPR Minta Kemendikbud Atur Lebih Rinci)

PPDB tahun 2020 juga menyisakan cerita sedih bagi banyak ibu rumah tangga. Pipiet, seorang ibu rumah tangga di Kota Tangerang, Banten, mengaku sedih melihat sang anak, Zulfan, selalu murung setelah gagal lolos seleksi di SMP Negeri 4 Kota Tangerang. Padahal, Pipiet mengaku telah membayar sejumlah uang kepada oknum guru untuk membantu proses seleksi sang anak. “Kasihan anaknya jadi murung karena belum jelas mau melanjutkan ke mana,” katanya.

Kesedihan yang sama juga dirasakan oleh seorang ibu asal Jember, Jawa Timur, Dwi Riska Hartoyo. Dia menuding PPDB di Jember berlangsung curang. Hal itu dibuktikan dengan kegagalan anaknya masuk dari jalur zonasi ke SMA Negeri 2 Jember. Padahal, jarak rumahnya di Jalan Danau Toba, Batu Raden hanya berjarak kurang dari 2 kilometer dari lokasi SMA Negeri 2 Jember di Jalan Jawa. Di sisi lain, dia menemukan banyak calon siswa dari Jenggawah yang jaraknya hampir 20 kilometer dari SMA Negeri 2 Jember malah diterima. “Mohon ya, Pak, rumah saya di Jalan Danau Toba, Batu Raden, jaraknya dari sekolah sekitar Rp1,5 – 1,6 kilometer. Sekarang yang dari Jenggawah dan Wuluhan bisa masuk SMA 2 itu dari mana? Sampai anak saya stres. Bagaimana saya? Sampai sekarang tidak mau masuk SMA 5. Sampai saya dibikin pusing sama anak saya,” kata Dwi, terisak, saat rapat dengar pendapat dengan anggota Komisi D DPRD Jember.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Efisien dan Tepat Sasaran:...
Efisien dan Tepat Sasaran: Mekanisme Tunjangan Langsung ke Rekening, Banjir Pujian Para Guru
3 Perbedaan PPDB Zonasi...
3 Perbedaan PPDB Zonasi dengan SPMB Domisili di Penerimaan Siswa Baru 2025
4 Jalur Penerimaan Murid...
4 Jalur Penerimaan Murid Baru di SPMB 2025, Ada Kuota Baru untuk Pengurus OSIS!
PPDB Resmi Diganti Jadi...
PPDB Resmi Diganti Jadi SPMB, Mendikdasmen: Bukan Sekedar Nama Baru
Mendikdasmen Abdul Muti...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Beri Sinyal Sistem Baru PPDB Diumumkan Pekan Ini
Mendikdasmen: PPDB Zonasi...
Mendikdasmen: PPDB Zonasi akan Dihapus, Diganti Nama Baru
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Ditolak karena Zonasi,...
Ditolak karena Zonasi, Orang Tua Calon Siswa Ukur Jarak Rumah dengan Sekolah | Sindo Today
Ini 9 Poin Rawan Korupsi...
Ini 9 Poin Rawan Korupsi PPDB, KPK: Kami Pantau Terus
Rekomendasi
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Berita Terkini
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
SPMB Banten 2026 Jalur...
SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Sekolah Dibuka Besok, Simak Syaratnya
PMB Sekolah Swasta Gratis...
PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026 Segera Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved