FMIPA UI Kembangkan MikoGrow, Digitalisasi Sistem Pantau Budidaya Jamur Tiram

Selasa, 03 November 2020 - 06:38 WIB
“Saat ini MikoGrow sedang dalam tahap pengembangan, dan akan disosialisasikan kepada masyarakat setempat. Kami berharap, dengan menghadirkan MikoGrow, warga di Desa Bojong Koneng akan terbiasa menggunakan aplikasi teknologi dan berdampak positif terhadap produktivitas budidaya jamur yang dilakukan,” katanya, Senin (2/11/2020). (Baca juga: Sisihkan 68 Tim, ITB Sabet Juara I Geoteknik Tingkat Nasional 2020 )

Selain mendukung budidaya jamur, tim pengabdian masyarakat (pengmas) FMIPA UI ini juga mengajak warga setempat untuk membuat aneka olahan jamur yang siap konsumsi untuk menambah nilai jual. “Kandungan protein yang cukup tinggi pada jamur, ditambah dengan sifatnya sebagai peningkat sistem imun (imunomodulator), tentunya budidaya jamur tiram ini juga dapat membantu ketahanan pangan dalam melawan pandemi COVID-19 di Indonesia,” ujar Retno.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, Retno dan tim juga telah memperkenalkan Rumah Jamur Mikoponik. Rumah Jamur Mikoponik ini memiliki kapasitas tamping hingga 10.000 baglog, yang dapat menghasilkan 2-3 kg jamur per baglog. Terdapat 30 rak besar di dalam rumah jamur seluas 5 x 12 m2 yang telah disediakan untuk warga melakukan budidaya jamur.

Meskipun di tengah situasi pandemi COVID-19, tidak menyurutkan semangat tim pengmas FMIPA UI. Program pengmas yang dijalankan Retno dan tim memperoleh dukungan hibah dari Program Pengmas Unggulan Perguruan Tinggi (PPMUPT) yang didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi – Badan Riset dan Inovasi Nasional.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!