Perpusnas Luncurkan Aplikasi BintangPusnas, Akses Jutaan Buku Lebih Mudah
Senin, 06 Maret 2023 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Khastara memiliki 3.900 koleksi digital naskah lama yang dibagi dalam enam kategori. Yaitu naskah kuno, buku langka, peta, foto, gambar dan lukisan, majalah, surat kabar langka, mikro film, dan sumber lainnya.
Pada Rakornas tahun ini tema yang diangkat adalah Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang menjadi basis dalam mewujudkan pembangunan perpustakaan dan peningkatan budaya literasi.
Dia menyatakan, paradigma baru perpustakaan yaitu sebesar 10 persen perpustakaan menjalankan fungsi manajemen koleksi perpustakaan, 20 persen untuk manajemen ilmu pengetahuan, dan 70 persen untuk mentransfer ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, dalam ajang Rakornas, pihaknya melakukan penyamaan persepsi dengan dinas perpustakaan daerah mengenai perpustakaan dan literasi.
Baca juga: 10 Alasan Pendidikan Finlandia Terbaik Dunia, Salah Satunya Siswa Masuk Sekolah Lebih Siang
“Jadi memang kita yang paling penting adalah mengedukasi teman-teman kepala dinas di provinsi, kabupaten/kota, untuk menyamakan persepsi bahwa pekerja perpustakaan sudah lama meninggalkan pekerjaan teknis yang namanya katalogisasi, klasifikasi,” ujarnya.
Pada masa kini, perpustakaan bertransformasi menjadi inklusif. Sejak 2018, Perpusnas menjalankan program TPBIS yang merupakan program prioritas nasional dengan dukungan dari Bappenas RI.
Melalui program TPBIS, perpustakaan bertransformasi menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk berlatih secara kontekstual, berlatih keterampilan dan berbagi pengalaman.
“Di sinilah pentingnya kehadiran buku-buku ilmu terapan dan tepat guna untuk masyarakat dalam mengembangkan life skills dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” ujarnya.
Pada Rakornas tahun ini tema yang diangkat adalah Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang menjadi basis dalam mewujudkan pembangunan perpustakaan dan peningkatan budaya literasi.
Dia menyatakan, paradigma baru perpustakaan yaitu sebesar 10 persen perpustakaan menjalankan fungsi manajemen koleksi perpustakaan, 20 persen untuk manajemen ilmu pengetahuan, dan 70 persen untuk mentransfer ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, dalam ajang Rakornas, pihaknya melakukan penyamaan persepsi dengan dinas perpustakaan daerah mengenai perpustakaan dan literasi.
Baca juga: 10 Alasan Pendidikan Finlandia Terbaik Dunia, Salah Satunya Siswa Masuk Sekolah Lebih Siang
“Jadi memang kita yang paling penting adalah mengedukasi teman-teman kepala dinas di provinsi, kabupaten/kota, untuk menyamakan persepsi bahwa pekerja perpustakaan sudah lama meninggalkan pekerjaan teknis yang namanya katalogisasi, klasifikasi,” ujarnya.
Pada masa kini, perpustakaan bertransformasi menjadi inklusif. Sejak 2018, Perpusnas menjalankan program TPBIS yang merupakan program prioritas nasional dengan dukungan dari Bappenas RI.
Melalui program TPBIS, perpustakaan bertransformasi menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk berlatih secara kontekstual, berlatih keterampilan dan berbagi pengalaman.
“Di sinilah pentingnya kehadiran buku-buku ilmu terapan dan tepat guna untuk masyarakat dalam mengembangkan life skills dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” ujarnya.
Lihat Juga :