6 Perbedaan Vokasi dan Akademik, Teliti Yuk Biar Tak Salah Pendidikan

Senin, 24 Juli 2023 - 12:41 WIB
loading...
6 Perbedaan Vokasi dan...
Meski sama-sama bisa menjadi jenjang studi berikutnya lulusan SMA, tetapi antara pendidikan Vokasi dan pendidikan Akademik memiliki sejumlah perbedaan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Ini perbedaan pendidikan vokasi dan akademik. Setelah menempuh studi dan menyelesaikan suatu program, mahasiswa bisa melanjutkan studi ke jenjang berikutnya.

Bagi lulusan sekolah menengah, terbuka peluang untuk meneruskan studi pada program vokasi maupun program akademik. Tapi, apakah kamu sudah mengetahui perbedaan antara program vokasi dan program akademik? Dirangkum dari berbagai sumber, setidaknya ada 6 perbedaan antara program Vokasi dan program Akademik.Perbedaan

Perbedaan Pendidikan Akademik dan Pendidikan Vokasi

1. Hal Tujuan Pendidikan

Program Akademik

Pada Program Akademik, perkuliahan difokuskan untuk membuat mahasiswa menguasai, mendalami, serta mengembangkan disiplin keilmuan tertentu.Keilmuan tersebut sangatlah luas, misalnya keilmuan yang mencakup bidang pengetahuan alam, bidang sosial, bidang keagamaan, bidang teknologi, serta bidang seni.

Program Vokasi

Tujuan pendidikan vokasi lebih spesifik dibandingkan tujuan Program Akademik. Pada Program Vokasi, tujuan studi adalah untuk membuat mahasiswa menguasai keahlian tertentu secara spesifik.

Contohnya, mahasiswa akan dilatih untuk menguasai keahlian di bidang teknik, bidang ekonomi, bidang pariwisata, bidang perkebunan, dan sebagainya.

Baca juga: Pendidikan Vokasi Dinilai Belum Jawab Kebutuhan Industri

2. Dalam Hal Program yang Ditawarkan

Program Akademik

Program pendidikan yang ditawarkan Program Vokasi dan Program Akademik tidak sama. Pada Program Akademik, terdapat beberapa macam program pendidikan, seperti program sarjana (S1), program magister atau master (S2), dan program doktor (S3). Setiap jenjang menawarkan gelar yang berbeda dengan waktu studi yang berbeda pula.

Untuk program sarjana, lulusan akan mendapatkan gelar sarjana dengan waktu studi 3,5 – 7 tahun. Untuk program master atau magister, gelar yang didapatkan adalah master dengan waktu studi 1 – 2 tahun.

Untuk program doktor, nantinya gelar yang diperoleh adalah doktor dengan waktu studi bervariasi mulai dari 3 – 7 tahun. Program studi khusus pada program sarjana juga menawarkan program profesi, seperti jurusan kedokteran gigi, farmasi, dan sebagainya.

Program Vokasi

Program Vokasi juga menawarkan variasi waktu tempuh studi. Jalur pendidikan tinggi ini mengarahkan lulusannya untuk menguasai keterampilan terapan tertentu. Adapun program pendidikan yang ditawarkan adalah Pendidikan Diploma I (D1) dengan waktu studi 1 tahun dengan beban 32 SKS. Kedua, Program Pendidikan Diploma II (D2) dengan waktu studi 2 tahun dengan beban 64 SKS.

Ketiga, Program Pendidikan Diploma III (D3) memberikan waktu studi selama 3 tahun dengan beban 112 SKS. Keempat, Program Pendidikan Diploma IV (D4) dengan waktu studi 4 tahun dengan beban 144 SKS.

3. Penerapan Kurikulum

Program Akademik

Kurikulum yang berlaku pada Program Akademik dan Program Vokasi memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Pada Program Akademik, kurikulum yang diberikan banyak berfokus pada teori dibandingkan praktik. Hal ini juga turut berdampak pada penugasan ketika proses perkuliahan. Tujuan pemberian porsi teori yang lebih banyak adalah membuat mahasiswa dapat menguasai ilmu yang diberikan.

Program Vokasi

Sesuatu tujuan adanya Program Vokasi yang menghasilkan lulusan dengan keahlian terapan, kurikulum perkuliahan pun mengalami banyak penyesuaian. Mahasiswa akan menjalani berbagai macam kegiatan praktik dengan porsi lebih besar dibandingkan teori. Dengan banyak melakukan praktik, mahasiswa akan lebih siap ketika diminta terjun di dunia kerja. Lulusan Program Vokasi akan belajar dari masalah di lapangan dan mencari solusinya.

4.Prospek Karier Lulusan

Program Akademik

Dengan adanya perbedaan kurikulum yang diterapkan, secara tidak langsung prospek karier lulusan juga akan terpengaruh. Nantinya, lulusan Program Akademik memiliki potensi besar menjalani karier di bidang akademik, seperti menjadi akademisi dan peneliti.

Baca juga: Cek Perbedaan Pendidikan Akademik, Vokasi dan Profesi

Meskipun demikian, tidak tertutup kemungkinan jika lulusan Program Akademik juga bisa berkarier di lapangan menjadi praktisi. Namun, lulusan program tersebut akan banyak menjadi konseptor dibandingkan pelaksana di lapangan.

Program Vokasi

Lulusan Program Vokasi sudah terlatih untuk menjalani perkuliahan dengan melakukan banyak praktik. Secara tidak langsung, mahasiswa sudah dilatih menghadapi dunia kerja yang sebenarnya. Lulusan Program Vokasi pun bisa langsung bekerja di perusahaan-perusahaan atau di perkantoran. Sudah banyak lapangan kerja yang khusus membuka peluang bagi lulusan Program Vokasi. Jadi, kamu tidak perlu khawatir dengan karier yang akan dijalani di masa depan

5. Peluang Studi Lanjut

Program Akademik

Peluang studi lanjut yang ditawarkan Program Akademik sangatlah besar. Setelah kamu menyelesaikan pendidikan Program Sarjana (S1), kamu dapat meneruskan studi Program Master atau Magister (S2).

Jika masih ingin mendalami ilmu secara spesifik, kesempatan untuk mengambil gelar doktor tersedia pada Program Doktoral (S3). Tapi, pada setiap jenjang memiliki syarat tersendiri yang harus dipenuhi.

Program Vokasi

Jangan berkecil hati jika kamu adalah mahasiswa Program Vokasi di Indonesia. Peluang untuk meneruskan studi setelah lulus program ini terbuka lebar. Setelah menyelesaikan studi pada Program D4, kamu bisa melanjutkan studi pendidikan di jenjang master atau jenjang magister.

Terdapat lembaga pendidikan di Indonesia yang membuka kesempatan lulusan D4 untuk meneruskan pendidikan pada jenjang tersebut. Meskipun demikian, belum banyak lembaga pendidikan yang membukanya.

6. Gelar yang Didapatkan Setelah Lulus

Program Akademik

Bagi sebagian orang, gelar adalah hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih kuliah. Setelah menyelesaikan Program Akademik dalam kurun waktu tertentu, mahasiswa yang lulus akan mendapatkan gelar.

Misalnya setelah kamu lulus sebagai Sarjana Pendidikan, maka kamu akan memperoleh gelar S.Pd di belakang namamu dan akan terus melekat. Gelar hanya akan dicabut apabila kamu melakukan kesalahan yang membuat Perguruan Tinggi membatalkan status gelar tersebut.

Gelar yang berbeda juga akan kamu dapatkan setelah menyelesaikan program yang berbeda pula. Contohnya, setelah kamu menempuh studi pada Program Master di bidang sains, kamu akan mendapatkan gelar M.Sc. Jika sudah menyelesaikan Program Doktor, gelar yang didapatkan adalah Dr. yang disematkan pada awal nama diri.

Program Vokasi

Gelar yang diberikan pada lulusan Program Vokasi bervariasi berdasarkan program yang dipilih. Lulusan D1 akan mendapatkan gelar Ahli Pratama (A.P). Lulusan D2 akan mendapatkan gelar Ahli Muda (A.Ma), lulusan DIII akan mendapatkan gelar Ahli Madya (A.Md). Untuk program D4, gelar yang didapatkan adalah S.ST (Sarjana Sains Terapan). Meskipun gelar yang diberikan adalah sarjana, tetapi program D4 berbeda dengan Program Studi S1.
(wyn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC University dan BPSDMI...
MNC University dan BPSDMI Kemenperin Teken MoU di PIDI 4.0, Perkuat SDM Industri Berbasis Digital dan Vokasi
Berkat Judol, Tim Software...
Berkat Judol, Tim Software Engineer Indonesia Raih Juara OpenAI Codex Hackathon Singapore
Stakeholder Meeting...
Stakeholder Meeting 2026, Politeknik STIA LAN Jakarta Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi
Ngkaji Pendidikan GSM...
Ngkaji Pendidikan GSM Sebut Pendidikan Kehilangan Fondasi Kemanusiaan
Mendiktisaintek: Politeknik...
Mendiktisaintek: Politeknik Cetak Skilled Labor Siap Bersaing di Pasar Kerja Global
HMMI Perkuat Pendidikan...
HMMI Perkuat Pendidikan Vokasi di Indonesia lewat Hyundai Academy Course 2025
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
TikTok Bidik Pertumbuhan...
TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
Berita Terkini
Guru Bisa Dapat Bantuan...
Guru Bisa Dapat Bantuan Pendidikan S1/D4, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Cara Mudah Cek Kelulusan...
Cara Mudah Cek Kelulusan UM PTKIN 2026 yang Diumumkan Sore Ini
Cerita Leni, Anak Buruh...
Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Infografis
Perbedaan Amnesti dan...
Perbedaan Amnesti dan Abolisi, Ini Tokoh yang Pernah Mendapatkannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved