Jurusan Kuliah 5 Dirut Pertamina, Lulusan Kampus Mana Aja Sih?
loading...
A
A
A
Baca juga: 10 Peluang Kerja Lulusan Teknik Pertambangan Beserta Gajinya, Masa Depan Aman
Pada tahun 2017, Yenni Andayani diplot sebagai Plt Direktur Utama Pertamina. Dikutip dari situs resmi Pertamina, Menteri BUMN kala itu, Rini Soemarno melalui SK No: SK-26/MBU/02/2017 tentang Pemberhentian dan Perubahan Nomenklatur Jabatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (persero) PT Pertamina resmi memberhentikan dengan hormat Dwi Soetjipto sebagai Dirut dan Ahmad Bambang sebagai Wakil Dirut.
Sebagai gantinya, Dewan Komisaris Utama menunjuk Yenni Andayani sebagai Plt. Direktur Utama sampai dirut definitif dalam waktu 30 hari kedepan.
Yenny Andayani. Foto/SINDOnews
Melihat dari sepak terjangnya, Yenni bukan orang baru di Pertamina. Sarjana Hukum dari Universitas Parahyangan tahun 1988 ini kala itu menjabat sebagai Direktur Energi Baru dan Terbarukan Pertamina dan Senior Vice President Gas and Power Direktorat Gas Pertamina.
Dwi Soetjipto diplot menjadi Dirut Pertamina menggantikan Karen Agustiawan pada 2014 hingga 2017. Pria kelahiran 10 November 1955 ini sebelumnya menjabat Dirut PT Semen Indonesia.
Dwi Soetjipto. Foto/SINDOnews
Dikutip dari situs Alumni ITS, Dwi Soetjipto meraih gelar Insinyur dari Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya pada 1980. Selain itu, dia juga menyandang gelar Magister Manajemen dari Universitas Andalas, Padang pada 2002.
Baca juga: Ingin Jadi Aktor Sukses? Ini 14 Kampus dengan Jurusan Perfilman Favorit
Tak hanya itu, Dwi Soetjipto juga meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen Kekhususan Manajemen Stratejik dari Universitas Indonesia (UI) tahun 2009.
Dalam sejarahnya, Karen Agustiawan merupakan srikandi pertama yang menduduki jabatan Direktur Utama Pertamina. Masa jabatannya adalah 5 Februari 2009 sampai 1 Oktober 2014.
Dikutip dari situs ITB, sebelum menjadi Dirut Pertamina, perempuan kelahiran Bandung, 19 Oktober 1958 ini merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia merupakan lulusan Sarjana Teknik Fisika, ITB angkatan 1978.
Karen Agustiawan. Foto/SINDOnews
3. Yenni Andayani
Pada tahun 2017, Yenni Andayani diplot sebagai Plt Direktur Utama Pertamina. Dikutip dari situs resmi Pertamina, Menteri BUMN kala itu, Rini Soemarno melalui SK No: SK-26/MBU/02/2017 tentang Pemberhentian dan Perubahan Nomenklatur Jabatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (persero) PT Pertamina resmi memberhentikan dengan hormat Dwi Soetjipto sebagai Dirut dan Ahmad Bambang sebagai Wakil Dirut.
Sebagai gantinya, Dewan Komisaris Utama menunjuk Yenni Andayani sebagai Plt. Direktur Utama sampai dirut definitif dalam waktu 30 hari kedepan.
Yenny Andayani. Foto/SINDOnews
Melihat dari sepak terjangnya, Yenni bukan orang baru di Pertamina. Sarjana Hukum dari Universitas Parahyangan tahun 1988 ini kala itu menjabat sebagai Direktur Energi Baru dan Terbarukan Pertamina dan Senior Vice President Gas and Power Direktorat Gas Pertamina.
4. Dwi Soetjipto
Dwi Soetjipto diplot menjadi Dirut Pertamina menggantikan Karen Agustiawan pada 2014 hingga 2017. Pria kelahiran 10 November 1955 ini sebelumnya menjabat Dirut PT Semen Indonesia.
Dwi Soetjipto. Foto/SINDOnews
Dikutip dari situs Alumni ITS, Dwi Soetjipto meraih gelar Insinyur dari Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya pada 1980. Selain itu, dia juga menyandang gelar Magister Manajemen dari Universitas Andalas, Padang pada 2002.
Baca juga: Ingin Jadi Aktor Sukses? Ini 14 Kampus dengan Jurusan Perfilman Favorit
Tak hanya itu, Dwi Soetjipto juga meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen Kekhususan Manajemen Stratejik dari Universitas Indonesia (UI) tahun 2009.
5. Karen Agustiawan
Dalam sejarahnya, Karen Agustiawan merupakan srikandi pertama yang menduduki jabatan Direktur Utama Pertamina. Masa jabatannya adalah 5 Februari 2009 sampai 1 Oktober 2014.
Dikutip dari situs ITB, sebelum menjadi Dirut Pertamina, perempuan kelahiran Bandung, 19 Oktober 1958 ini merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia merupakan lulusan Sarjana Teknik Fisika, ITB angkatan 1978.
Karen Agustiawan. Foto/SINDOnews