Evaluasi dan Kolaborasi Merupakan Kunci Membenahi Permasalahan PJJ

Jum'at, 31 Juli 2020 - 10:05 WIB
loading...
A A A
“Cuma problemnya guru-guru kita enggak tahu cara mengajar kompetensi. Tahunya konten. Jadi memang dibutuhkan persiapan terhadap guru. Kemarin saat libur seharusnya di-training dengan standar dan target yang jelas. Ini pemerintah enggak ada. Dibiarin saja, gimana enggak kacau,” tuturnya. (Baca juga: Tangkap Djoko Tjandra, Kabareskrim: Ini untuk Jawab Keraguan Publik)

PJJ juga melahirkan banyak masalah di rumah, dalam hal ini para peserta didik dan orang tua. Dengan sistem seperti ini, para orang tua “dipaksa” menjadi guru bagi para anak-anaknya. Indra menjelaskan pemerintah seharusnya hadir dengan memberikan bimbingan kepada para orang tua tentang cara mendampingi anak belajar di rumah.

“Sekarang orang tua disuruh berubah menjadi guru yang berantakan dong. Jadi yang dibutuhkan itu pemerintah mengambil posisi sebagai yang memimpin untuk memastikan PJJ daring ini berjalan dengan bai. Guru dan orang tuanya disiapkan, dan infrastrukturnya diperbaiki,” papar Indra.

Dia mendesak pemerintah melakukan evaluasi dan mendata berapa jumlah anak Indonesia yang tidak memiliki gawai. Lalu, petakan daerah yang tidak terjangkau jaringan telekomunikasi dan internet. Para siswa yang tidak memiliki gawai dan berada di daerah tidak ada sinyal bisa diatur untuk belajar tatap muka di sekolah terdekat. (Baca juga: Sekolah Online Masih Bermasalah)

“Jarak dan frekuensinya diatur supaya mereka tetap belajar. Protokol kesehatan tetap dijaga. Jadi mereka enggak diam saja di rumah. Itu harus kolaborasi antara Kemendikbud, Kemenag, Kemendagri, Kominfo, BUMN dengan Telkom-nya, dan pemerintah daerah. Ini sama sekali enggak ada komunikasi dan koordinasi. Semua merdeka belajar, akhirnya belajar terserah,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembelajaran Jarak Jauh...
Pembelajaran Jarak Jauh Dampak Hemat Energi Sebaiknya Dilakukan Selektif
Ada Banyak Program Kursus,...
Ada Banyak Program Kursus, UGM Luncurkan Platform Pembelajaran Online
Mengenal Pembelajaran...
Mengenal Pembelajaran Digital, Mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi UPNVJ Kunjungi SEAMOLEC
Inovasi Teknologi Pembelajaran...
Inovasi Teknologi Pembelajaran akan Terus Dikembangkan
Survei: Prospek Kerja...
Survei: Prospek Kerja Bagus Jadi Alasan Utama SMK Makin Diminati Masyarakat
15 Kampus yang Memiliki...
15 Kampus yang Memiliki Program Kuliah Online, Bisa Ketemu Dosen dari Rumah
Sekolah Daring Batal,...
Sekolah Daring Batal, DPR: Hemat Boleh, tapi Pendidikan Tidak Boleh Ikut Dikorbankan
Pemerintah Batal Terapkan...
Pemerintah Batal Terapkan Pembelajaran Daring bagi Siswa
Dirjen di Kemendikbudristek...
Dirjen di Kemendikbudristek Ungkap Alasan Pengadaan Chromebook Distop di 2019: Tak Bisa Dipakai di Daerah 3T
Rekomendasi
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Berita Terkini
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Masih Dibuka hingga 11 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
SPMB Banten 2026 Jalur...
SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Sekolah Dibuka Besok, Simak Syaratnya
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved