Dihadiri Mahasiswa dan Diaspora, Regina Art Monologue Pukau Penonton di Swedia

Senin, 23 Oktober 2023 - 20:35 WIB
loading...
Dihadiri Mahasiswa dan...
Penampilan Joane Win dari Regina Art Monologue di Swedia. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Isu kemanusiaan, hak asasi manusia dan kemerdekaan suatu bangsa menjadi topik yang banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Hal ini pula yang diangkat dalam Regina Art Monologue Project dengan menghadirkan dua monolog Cotton Candy tentang penyintas kekerasan seksual dan Besok atau Tidak Sama Sekali mengenai peristiwa di balik Proklamasi bangsa Indonesia.

Pertunjukan kedua dalam rangkaian pementasan di benua Eropa ini, telah sukses digelar di kota Göteborg/Gothenburg Swedia pada hari Sabtu 21 Oktober 2023. Dukungan pun hadir dari KBRI Stockholm, PPI Gothenburg, dan diaspora Indonesia.

Baca juga: 8 Provinsi dengan Rata-rata Gaji Guru Tertinggi di Indonesia, Ternyata Segini di DKI Jakarta

Dukungan diberikan agar Regina Art dan para seniman Indonesia semakin sering mengadakan pementasan di luar negeri. Hal ini pun akan menambah citra positif Indonesia di dunia internasional serta semakin mempromosikan seni teater dari Indonesia.

Puluhan mahasiswa dan diaspora Indonesia, serta masyarakat lokal Swedia, hadir pada pementasan Regina Art Monologue Project yang bertempat di Allégårdens.

Baca juga: Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi, Beserta Struktur dan 10 Contohnya

Mereka terlihat menghayati setiap cerita yang diperankan dengan apik oleh Joane Win dan Wawan Sofwan.

Maria Sita Mulyadi, mahasiswa Lund University Sweden mengatakan, ini adalah pengalaman pertamanya menonton teater monolog dan merasa sangat tersentuh.

"Terutama Monolog Cotton Candy tentang sexual harassment, dan Joane Win benar-benar menyalurkan semua emosinya membuat saya sempat menangis. Lalu monolog Besok atau Tidak Sama Sekali membuat pelajaran sejarah menjadi lebih mudah dipahami. Sukses terus untuk Regina Art," ujar Maria, melalui siaran pers, Senin (23/10/2023).

Hal senada diungkapkan Sopia Widlund, WNI yang telah 30 tahun menetap di Gothenburg. Menurutnya, monolog Wawan Sofwan bagus sekali untuk memperkenalkan sejarah Indonesia. Sebagai warga Indonesia di Eropa dia pun sangat bangga dengan pementasan dari Regina Art ini.

Sementara itu dua warga Gothenburg menyoroti akting dari Joane Win. Menurut saya Cotton Candy ini luar biasa, saya sampai merinding karena ikut merasakan apa yang terjadi dan dialami oleh tokoh Lisa, saya sangat mengapresiasi aktingnya," ujar Tiwi/

Sementara Susi Burton mengatakan, "Monolog Cotton Candy sangat emosional dan berani, akting Joane Win juga sangat otentik," ungkapnya.

Acara ditutup dengan khidmat saat para penonton berdiri dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan, serta-merta membawa kenangan dan kerinduan akan Tanah Air tercinta, Indonesia. Setelah Swedia, Regina Art Monologue Project akan singgah di Oslo Norwegia dan dipentaskan pada 26 Oktober 2023 di Nordic Black Theatre.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kisah Pascal, Diaspora...
Kisah Pascal, Diaspora Lulusan University of Notre Dame yang Geluti Dunia Teater di New York
Siapa Pemenang Nobel...
Siapa Pemenang Nobel Kedokteran 2024? Kedua Ilmuwan Amerika Ini Juaranya
15 Contoh Teks Monolog...
15 Contoh Teks Monolog Singkat Berbagai Tema, Simak Ya
Kiprah Sanggar Murtitomo,...
Kiprah Sanggar Murtitomo, Visi Besarnya Ingin Mendirikan Sekolah untuk Anak Seniman
Lima Dekade Seniman...
Lima Dekade Seniman Nunung WS Berkarya, IKJ Gelar Bedah Buku
Dana Indonesiana Dukung...
Dana Indonesiana Dukung Pencarian Bakat Seniman Muda
Dana Abadi Kebudayaan...
Dana Abadi Kebudayaan Tingkatkan Eksistensi Seniman dan Budayawan
Dana Indonesiana Dukung...
Dana Indonesiana Dukung Peningkatan Kreativitas Sineas Lokal
Dihadiri Diaspora Indonesia,...
Dihadiri Diaspora Indonesia, Regina Art Monologue Tuai Pujian di Den Haag
Rekomendasi
3 Anak Ray Sahetapy...
3 Anak Ray Sahetapy Turun ke Liang Lahat Makamkan sang Ayah
Eropa Butuh Rp182,5...
Eropa Butuh Rp182,5 Triliun demi Mengamankan Pasokan 250 Kargo Gas Alam Cair
Senjakala Pemberantasan...
Senjakala Pemberantasan Korupsi jika Kejaksaan Dilarang Usut Korupsi
Salam Perpisahan Slamet...
Salam Perpisahan Slamet Rahardjo untuk Ray Sahetapy: Pulang ke Tempat Tuhan
Chip AI Jadi Senjata...
Chip AI Jadi Senjata China untuk Melawan AS Terkait Tarif Impor Baru
Andi Yuslim Patawari...
Andi Yuslim Patawari Temui 2 Sahabatnya yang Kini Jadi Wali Kota Parepare dan Bupati Sidrap
Berita Terkini
Jejak Pendidikan Giorgio...
Jejak Pendidikan Giorgio Chiellini, Legenda Juventus yang Punya Gelar S2 dari Universitas Turin
10 jam yang lalu
5 Kosakata Bahasa Indonesia...
5 Kosakata Bahasa Indonesia yang Penulisannya Sering Salah
19 jam yang lalu
Jurusan D3 dan D4 Paling...
Jurusan D3 dan D4 Paling Diminati di SNBT 2024, Politeknik Mana Paling Unggul?
1 hari yang lalu
Jadwal Pencairan KJP...
Jadwal Pencairan KJP Plus Bulan April 2025, Orang Tua Simak Ya
1 hari yang lalu
Ini 7 Sekolah yang Dikecualikan...
Ini 7 Sekolah yang Dikecualikan dari Ketentuan SPMB 2025
2 hari yang lalu
SPMB 2025 Dibuka Mei,...
SPMB 2025 Dibuka Mei, Ini Jadwal Resmi Pengganti PPDB dari Kemendikdasmen
2 hari yang lalu
Infografis
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hancurkan Pangkalan AS
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved