Dihadiri Diaspora Indonesia, Regina Art Monologue Tuai Pujian di Den Haag
Minggu, 05 November 2023 - 17:53 WIB
loading...
Pementasan Regina Art Monologue di Aula KBRI Den Haag. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Atdikbud KBRI Den Haag Prof.Dr. Agus Setiabudi mengapresiasi pementasan Regina Art Monologue yang dipentaskan di Aula KBRI Den Haag. Pementasan ini berhasil memukau diaspora Indonesia dan juga warga lokal Den Haag.
"Kedua monolog dari Regina Art sangat ekpresif dan menginspirasi semua yang menonton, kita seperti terbawa ke dalam situasi yang sesungguhnya. Tetap maju dan semoga sukses untuk pementasan selanjutnya," katanya, melalui siaran pers, Minggu (5/11/2023).
Baca juga: Dihadiri Mahasiswa dan Diaspora, Regina Art Monologue Pukau Penonton di Swedia
Pementasan teater monolog ini terbagi dalam 2 sesi, Cotton Candy oleh Joane Win yang ditampilkan pertama dapat membuat beberapa penonton perempuan ikut menangis, lalu dilanjutkan dengan monolog Besok atau Tidak Sama Sekali oleh Wawan Sofwan yang membawa penonton ke suasana perumusan naskah Proklamasi.
Isu kekerasan seksual terhadap perempuan, nasionalisme dan kemerdekaan tengah menjadi isu global yang menarik untuk disampaikan sekaligus menjadi sarana diplomasi melalui media seni teater.
Untuk itu Kedutaan Besar Republik Indonesia serta Atdikbud KBRI di Den Haag sangat mendukung pementasan tersebut.
"Kedua monolog dari Regina Art sangat ekpresif dan menginspirasi semua yang menonton, kita seperti terbawa ke dalam situasi yang sesungguhnya. Tetap maju dan semoga sukses untuk pementasan selanjutnya," katanya, melalui siaran pers, Minggu (5/11/2023).
Baca juga: Dihadiri Mahasiswa dan Diaspora, Regina Art Monologue Pukau Penonton di Swedia
Pementasan teater monolog ini terbagi dalam 2 sesi, Cotton Candy oleh Joane Win yang ditampilkan pertama dapat membuat beberapa penonton perempuan ikut menangis, lalu dilanjutkan dengan monolog Besok atau Tidak Sama Sekali oleh Wawan Sofwan yang membawa penonton ke suasana perumusan naskah Proklamasi.
Isu kekerasan seksual terhadap perempuan, nasionalisme dan kemerdekaan tengah menjadi isu global yang menarik untuk disampaikan sekaligus menjadi sarana diplomasi melalui media seni teater.
Untuk itu Kedutaan Besar Republik Indonesia serta Atdikbud KBRI di Den Haag sangat mendukung pementasan tersebut.
Lihat Juga :