Bedah Buku ISNU Jatim: KHM Hasyim Asy'ari Sosok yang Lengkap
Rabu, 17 Juli 2024 - 10:58 WIB
loading...
A
A
A
"Hadratusyaikh itu pernah di pondok-pondok besar seperti Bangkalan, Kediri (Lirboyo/Ploso), Sidoarjo (Siwalanpanji), dan sebagainya. Beliau juga mengajar dan mengarang 21-23 kitab. Beliau juga mendatangi petani pada setiap hari Selasa, dan juga pejuang," katanya.
Oleh karena itu, Ikapete ke depan memiliki tugas untuk mengembangkan ideologi Aswaja, penguatan organisasi NU secara strukturl dan kultural, baik di dalam maupun luar negeri, penguatan kolaborasi dan teknologi IT di pesantren dan NU. "Aswaja dan NU itu warisan Hadratussyaikh yang harus dijaga, bagi Ikapete ya wajib," katanya.
Dalam bedah buku itu, Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim Prof Bianto mengapresiasi buku "KHM Hasyim As'ari: Pemersatu Umat Islam Indonesia" yang dinilai sangat akademis dan jauh dari aspek mistis atau klenik. "Sosok KHM Hasyim Asy'ari ditulis sangat manusiawi," katanya.
Bagi Muhammadiyah, KHM Hasyim Asy'ari, NU, dan Tebuireng memiliki banyak "perjumpaan" (titik temu) dengan Muhammadiyah, karena "guru" KHM Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) di Mekkah juga sama (Syaikh Khatib Al-Minangkabawi).
"Bahkan, H Hasan Gipo (ketua umum pertama PBNU) dan KH Mas Mansur (pendiri Muhammadiyah Jatim) juga masih saudara/sepupu. Pimpinan Muhammadiyah Jatim juga banyak yang alumni Pesantren Tebuireng, seperti mantan Ketua PWM Jatim Ustadz Abdurrahim Noer dan beberapa pimpinan daerah," katanya.
Oleh karena itu, Ikapete ke depan memiliki tugas untuk mengembangkan ideologi Aswaja, penguatan organisasi NU secara strukturl dan kultural, baik di dalam maupun luar negeri, penguatan kolaborasi dan teknologi IT di pesantren dan NU. "Aswaja dan NU itu warisan Hadratussyaikh yang harus dijaga, bagi Ikapete ya wajib," katanya.
Dalam bedah buku itu, Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim Prof Bianto mengapresiasi buku "KHM Hasyim As'ari: Pemersatu Umat Islam Indonesia" yang dinilai sangat akademis dan jauh dari aspek mistis atau klenik. "Sosok KHM Hasyim Asy'ari ditulis sangat manusiawi," katanya.
Bagi Muhammadiyah, KHM Hasyim Asy'ari, NU, dan Tebuireng memiliki banyak "perjumpaan" (titik temu) dengan Muhammadiyah, karena "guru" KHM Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) di Mekkah juga sama (Syaikh Khatib Al-Minangkabawi).
"Bahkan, H Hasan Gipo (ketua umum pertama PBNU) dan KH Mas Mansur (pendiri Muhammadiyah Jatim) juga masih saudara/sepupu. Pimpinan Muhammadiyah Jatim juga banyak yang alumni Pesantren Tebuireng, seperti mantan Ketua PWM Jatim Ustadz Abdurrahim Noer dan beberapa pimpinan daerah," katanya.
Lihat Juga :