TIM PKM UKI Ajari Warga Cawang Ubah Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Tinggi

Selasa, 03 Desember 2024 - 13:20 WIB
loading...
A A A
“PKM ini didasari, yang pertama adalah karena limbah plastik yang berada di Kelurahan Cawang sudah cukup banyak. Yang kedua disana sudah ada Komunitas Masyarakat Peduli Sampah (MALISA) yang hanya mengumpulkan sampah plastik, yang kemudian dibersihkan dan langsung dijual tanpa diproses terlebih dahulu," ujarnya menjelaskan ide awal kegiatan ini, Selasa (26/22/2024).

Limbah plastik yang dikumpulkan itu kemudian dicacah menjadi partikel kecil dengan ukuran paling besar hanya 1 cm yang kemudian dicampur menjadi bahan campuran pembuatan paving block.

Dalam proyek ini diperlukan partikel limbah plastik berukuran kecil. Untuk itu, mesin pencacah yang digunakan adalah hasil buatan dan modifikasi sendiri.

Mesin yang dibawa tim PKM UKI merupakan ciptaan dari tim Prodi Teknik Mesin dan Teknik Sipil UKI yang dipimpin langsung oleh Medyawanti Pane, dimana ia juga yang mendesain dan membuat langsung mesin tersebut dengan bantuan timnya yang merupakan mahasiswa dari Prodi Teknik Mesin.

Hasilnya, mesin yang diciptakan itu mampu menghasilkan potongan – potongan limbah plastik sekecil mungkin. Sehingga partikel plastik yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai bahan pengganti pasir, yang merupakan salah satu bahan pembuatan paving block.

Tidak hanya menjadi produk yang ramah lingkungan, namun paving block yang dihasilkan dapat digunakan pada area parkir, area taman, area jalan, ataupun parkiran umum. Dimana paving block yang dihasilkan dalam proyek ini memiliki mutu B dan C (12,5-20 MPa).

Dalam proyek ini juga, tim PKM bekerja sama dengan mitra utama mereka yaitu Masyarakat Peduli Sampah (MALISA). Selain itu, tim PKM dibantu juga oleh pengurus Kelurahan Cawang itu sendiri. Terlepas dari bantuan dan kerja sama yang dilakukan, tantangan dalam PKM ini tidak dapat dihindari.

Tantangan terbesar yang tim PKM hadapi adalah berkaitan dengan pembuatan mesin pencacah. Hal tersebut dikarenakan, partikel potongan limbah plastik yang dihasilkan sebagai campuran bahan paving block harus berukuran kecil dan memiliki tekstur halus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolaborasi Dosen dan...
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UNJ Dorong Guru SD Produktif Menulis Karya Ilmiah
UPN Veteran Jakarta...
UPN Veteran Jakarta Perkuat Literasi Digital Warga untuk Cegah Penyebaran Hoaks
Tingkatkan Kompetensi...
Tingkatkan Kompetensi Guru, UNJ Sosialisasikan Deep Learning ke Pondok Pesantren
Perkuat Barisan Intelektual,...
Perkuat Barisan Intelektual, Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
Peneliti UNJ Gandeng...
Peneliti UNJ Gandeng MGMP Seni Budaya Kota Depok dalam Pengembangan Gim Literasi Gerak
Pengabdian Masyarakat...
Pengabdian Masyarakat Mercu Buana Dorong Pengelolaan Data PKK Lebih Cepat dan Akurat
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
PKM di Meruya, UMB Dorong...
PKM di Meruya, UMB Dorong Kompetensi Guru SMK
Rekomendasi
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Hasil Prancis vs Senegal:...
Hasil Prancis vs Senegal: Skor 3-1, Dendam 2002 Lunas
Berita Terkini
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Infografis
Pemicu Makin Banyak...
Pemicu Makin Banyak WNI Pindah Jadi Warga Negara Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved