TIM PKM UKI Ajari Warga Cawang Ubah Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Tinggi
Selasa, 03 Desember 2024 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
Tim PKM telah melakukan banyak evaluasi dan juga modifikasi ulang alat pencacah yang dinilai kurang menghasilkan ukuran potongan yang diinginkan, hingga akhirnya mendapat hasil yang sesuai.
Sudarno berharap dengan adanya PKM dan sosialisasi ini masyarakat mengerti akan bahayanya sampah plastik dan mendapatkan wawasan baru yang kemudian meningkatkan wirausaha mereka.
“Dengan memberikan wawasan dan pelatihan kepada masyarakat, tentang bagaimana sampah plastik yang sudah mereka kumpulkan selama ini dapat diolah menjadi salah satu campuran atau material pembuatan paving block, sehingga MALISA ini juga dapat meningkatkan wirausaha mereka sehingga penghasilan mereka pun dapat bertambah” ujar Sudarno.
Oky Setiawan, Ketua MALISA merasa terbantu dengan adanya sosialisasi pemanfaatan limbah plastik menjadi bahan campuran paving block. Mereka mendapatkan pengetahuan baru dalam memanfaatkan limbah plastik menjadi sesuatu yang berguna bahkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada langsung menjual limbah plastik tanpa diolah terlebih dulu.
"Harapan kita semoga limbah plastik ini dapat berkurang dengan kita membuat paving block dengan campuran limbah plastik dan juga masyarakat bisa membuka wirausaha yang bermodalkan bahan ekonomis dan mudah didapat"
Dengan kerja kerasnya, Tim PKM UKI telah berhasil melalui proses panjang yang tentunya tidak mudah. Mulai dari seleksi yang ketat dalam mendapatkan hibah pendanaan sampai akhirnya berhasil merancang mesin pencacah plastik, mensosialisasikan, dan melakukan pelatihan kepada masyarakat peduli sampah di kelurahan Cawang, sebagai pengembangan wirausaha yang mereka jalankan.
MG/ Devina
Sudarno berharap dengan adanya PKM dan sosialisasi ini masyarakat mengerti akan bahayanya sampah plastik dan mendapatkan wawasan baru yang kemudian meningkatkan wirausaha mereka.
“Dengan memberikan wawasan dan pelatihan kepada masyarakat, tentang bagaimana sampah plastik yang sudah mereka kumpulkan selama ini dapat diolah menjadi salah satu campuran atau material pembuatan paving block, sehingga MALISA ini juga dapat meningkatkan wirausaha mereka sehingga penghasilan mereka pun dapat bertambah” ujar Sudarno.
Oky Setiawan, Ketua MALISA merasa terbantu dengan adanya sosialisasi pemanfaatan limbah plastik menjadi bahan campuran paving block. Mereka mendapatkan pengetahuan baru dalam memanfaatkan limbah plastik menjadi sesuatu yang berguna bahkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada langsung menjual limbah plastik tanpa diolah terlebih dulu.
"Harapan kita semoga limbah plastik ini dapat berkurang dengan kita membuat paving block dengan campuran limbah plastik dan juga masyarakat bisa membuka wirausaha yang bermodalkan bahan ekonomis dan mudah didapat"
Dengan kerja kerasnya, Tim PKM UKI telah berhasil melalui proses panjang yang tentunya tidak mudah. Mulai dari seleksi yang ketat dalam mendapatkan hibah pendanaan sampai akhirnya berhasil merancang mesin pencacah plastik, mensosialisasikan, dan melakukan pelatihan kepada masyarakat peduli sampah di kelurahan Cawang, sebagai pengembangan wirausaha yang mereka jalankan.
MG/ Devina
(nnz)
Lihat Juga :