Rektor Marsudi: Guru Besar Harus Peka pada Masalah Bangsa
Selasa, 25 Februari 2025 - 16:44 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya adalah Prof. Dr. apt. Esti Mumpuni, M.Si, Guru Besar Bidang Farmasi — Fakultas Farmasi. Ia memiliki peran penting dalam riset farmasi, khususnya pengembangan obat herbal dan formulasi farmasi klinis.
Lewat pengalaman panjang sebagai akademisi dan peneliti, ia turut membimbing mahasiswa dan tenaga kesehatan dalam inovasi terapi berbasis bahan alam. Komitmennya terhadap pengembangan ilmu farmasi telah menghasilkan berbagai publikasi ilmiah terindeks dan menjadi rujukan penting di dunia kesehatan.
Pengembangan obat herbal yang dilakukan Prof. Esti berhasil mengisolasi senyawa aktif dari tanaman endemik Indonesia yang berpotensi sebagai terapi antikanker, yang saat ini dalam tahap uji klinis.
Melalui penelitian dan pengembangan yang dilakukannya, Prof. Dr. apt. Esti Mumpuni berhasil mendapatkan penghargaan nasional, serta dianugerahi Penghargaan Peneliti Muda Berprestasi oleh Ikatan Apoteker Indonesia pada tahun 2022.
Ia juga pernah melakukan Kolaborasi Internasional dengan bekerjasama dengan institusi riset di Jerman dalam studi farmakokinetik senyawa herbal untuk pengobatan diabetes.
Keempat, Prof. Dr. Herawati Zetha Rahman, M.T., CPPPSS Guru Besar Bidang Manajemen dan Pembiayaan Inovatif Infrastruktur dari Fakultas Teknik.
Dengan pengalaman akademik dan praktik, ia aktif berkontribusi dalam pengembangan solusi kreatif untuk mendukung pembangunan nasional yang berdaya saing tinggi.
Melalui pengembangan model pembiayaan publik-swasta untuk proyek infrastruktur pedesaan yang telah diadopsi oleh beberapa pemerintah daerah di Indonesia. Prof. Dr. Herawati mendapat penghargaan Profesional, serta diberi gelar Insinyur Profesional Utama oleh Persatuan Insinyur Indonesia pada tahun 2023 atas kontribusinya dalam pengembangan infrastruktur nasional. Bahkan menjadi konsultan utama dalam proyek strategis nasional, termasuk pembangunan jaringan transportasi terpadu di ibu kota baru Indonesia.
Lewat pengalaman panjang sebagai akademisi dan peneliti, ia turut membimbing mahasiswa dan tenaga kesehatan dalam inovasi terapi berbasis bahan alam. Komitmennya terhadap pengembangan ilmu farmasi telah menghasilkan berbagai publikasi ilmiah terindeks dan menjadi rujukan penting di dunia kesehatan.
Pengembangan obat herbal yang dilakukan Prof. Esti berhasil mengisolasi senyawa aktif dari tanaman endemik Indonesia yang berpotensi sebagai terapi antikanker, yang saat ini dalam tahap uji klinis.
Melalui penelitian dan pengembangan yang dilakukannya, Prof. Dr. apt. Esti Mumpuni berhasil mendapatkan penghargaan nasional, serta dianugerahi Penghargaan Peneliti Muda Berprestasi oleh Ikatan Apoteker Indonesia pada tahun 2022.
Ia juga pernah melakukan Kolaborasi Internasional dengan bekerjasama dengan institusi riset di Jerman dalam studi farmakokinetik senyawa herbal untuk pengobatan diabetes.
Keempat, Prof. Dr. Herawati Zetha Rahman, M.T., CPPPSS Guru Besar Bidang Manajemen dan Pembiayaan Inovatif Infrastruktur dari Fakultas Teknik.
Dengan pengalaman akademik dan praktik, ia aktif berkontribusi dalam pengembangan solusi kreatif untuk mendukung pembangunan nasional yang berdaya saing tinggi.
Melalui pengembangan model pembiayaan publik-swasta untuk proyek infrastruktur pedesaan yang telah diadopsi oleh beberapa pemerintah daerah di Indonesia. Prof. Dr. Herawati mendapat penghargaan Profesional, serta diberi gelar Insinyur Profesional Utama oleh Persatuan Insinyur Indonesia pada tahun 2023 atas kontribusinya dalam pengembangan infrastruktur nasional. Bahkan menjadi konsultan utama dalam proyek strategis nasional, termasuk pembangunan jaringan transportasi terpadu di ibu kota baru Indonesia.
(tar)
Lihat Juga :