Riset Sejarah, 4 Mahasiswa Terima 'Professor Azyumardi Azra Scholarship'
Kamis, 03 September 2020 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
Terakhir, Muhammad Naufan Faikar menulis riset sejarah ‘Kaum Santri dan Bertahannya Industri Kerajinan Batik dalam Masa Depresi Ekonomi di Kota Pekalongan 1930-1942’. Dengan riset ini, mahasiswa Program Magister Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Jakarta ini ingin menelisik lebih dalam peranan kaum santri dalam perekonomian masyarakat Kota Batik saat resesi ekonomi dunia berlangsung seiring bergulirnya era Perang Dunia II. (Baca juga: Selamat, Dosen Hubungan Antar Agama UIN Jakarta Raih Gelar Profesor )
Diketahui, PAAS merupakan program beasiswa yang lahir dari inisiatif bersama STF UIN Jakarta dengan Program Magister Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta. Nama program ini merujuk pada Profesor Azyumardi Azra, Rektor UIN Jakarta periode 1998-2006 sekaligus sejarawan yang melahirkan banyak karya dan melakukan rintisan berpengaruh dalam tradisi riset sejarah Islam di kawasan Asia Tenggara.
Beasiswa PAAS sendiri diharapkan turut memajukan Studi Sejarah dan Filantropi Islam di Indonesia. Topik-topik riset sasaran beasiswa PAAS adalah bidang sejarah yang mencakup area Filantropi Islam, Islam dan Gerakan Sosial, Kehidupan Keseharian Masyarakat Muslim, Pendidikan Islam, Lokalitas dan Kearifan Lokal, dan Ulama Lokal. (Baca juga: Lagi, Dosen UIN Jakarta Raih Gelar Profesor Ilmu Pemikiran Islam )
“Kami berharap beasiswa PAAS ini bisa mendorong kajian yang mendalam terkait ulama, peran santri, dan gerakan perempuan, dan tradisi lokal, wilayah-wilayah yang masih perlu mendapat atensi dalam kajian sejarah,” terang Profesor Amelia lagi.
Setiap aplikasi dan proposal riset mahasiswa yang diajukan mendapat beasiswa PAAS diseleksi berdasarkan preferensi yang dapat memberikan terobosan dan kebaruan dalam pemajuan Studi Sejarah Islam Indonesia. Lainnya, beasiswa PAAS diprioritaskan bagi mahasiswa program magister konsentrasi sejarah yang tengah melakukan riset penelitian akhir studi.
Diketahui, PAAS merupakan program beasiswa yang lahir dari inisiatif bersama STF UIN Jakarta dengan Program Magister Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta. Nama program ini merujuk pada Profesor Azyumardi Azra, Rektor UIN Jakarta periode 1998-2006 sekaligus sejarawan yang melahirkan banyak karya dan melakukan rintisan berpengaruh dalam tradisi riset sejarah Islam di kawasan Asia Tenggara.
Beasiswa PAAS sendiri diharapkan turut memajukan Studi Sejarah dan Filantropi Islam di Indonesia. Topik-topik riset sasaran beasiswa PAAS adalah bidang sejarah yang mencakup area Filantropi Islam, Islam dan Gerakan Sosial, Kehidupan Keseharian Masyarakat Muslim, Pendidikan Islam, Lokalitas dan Kearifan Lokal, dan Ulama Lokal. (Baca juga: Lagi, Dosen UIN Jakarta Raih Gelar Profesor Ilmu Pemikiran Islam )
“Kami berharap beasiswa PAAS ini bisa mendorong kajian yang mendalam terkait ulama, peran santri, dan gerakan perempuan, dan tradisi lokal, wilayah-wilayah yang masih perlu mendapat atensi dalam kajian sejarah,” terang Profesor Amelia lagi.
Setiap aplikasi dan proposal riset mahasiswa yang diajukan mendapat beasiswa PAAS diseleksi berdasarkan preferensi yang dapat memberikan terobosan dan kebaruan dalam pemajuan Studi Sejarah Islam Indonesia. Lainnya, beasiswa PAAS diprioritaskan bagi mahasiswa program magister konsentrasi sejarah yang tengah melakukan riset penelitian akhir studi.
(mpw)
Lihat Juga :