Pengabdian Masyarakat UNJ, Meningkatkan Daya Saing UMKM Kepulauan Seribu
Selasa, 23 September 2025 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Keempat, katalog digital QR Code mulai digunakan dalam distribusi produk. Kelima, peningkatan pemahaman mitra terhadap manajemen usaha berbasis teknologi. Keenam, peningkatan kecepatan pelaporan dan pencatatan keuangan. Ketujuh, satu mesin spinner digunakan oleh mitra aktif.
Keberhasilan program ini tidak hanya dilihat dari capaian teknis, namun juga dari perubahan pola pikir pelaku UMKM terhadap pentingnya inovasi dan teknologi dalam menghadapi tantangan pasar modern. Pendekatan human-centered digitalization yang diterapkan membuat proses adopsi teknologi terasa lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan harian para mitra. ”Mahasiswa sebagai pendamping juga mendapatkan pengalaman praktis dalam mengimplementasikan solusi nyata berbasis riset di tengah masyarakat,” kata Ketua Tim Pengusul Prof Puji Wahono.
Prof Puji menuturkan, UNJ berkomitmen terus memperkuat sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam program pengabdian serupa. Model Socialpreneurship 5.0 yang dikembangkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan replikasi di wilayah kepulauan lainnya atau daerah dengan karakteristik usaha mikro serupa. Baca juga: Tanggapi Keresahan UMKM, Pramono: Kawasan Tanpa Rokok Khusus untuk Ruang Tertutup
”Dengan penguatan ekosistem UMKM melalui digitalisasi, edukasi, dan kemitraan lintas sektor, transformasi ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan bukan lagi sekadar visi melainkan sebuah keniscayaan,” lanjutnya. Kolaborasi antarakademisi dan mahasiswa ini menjadi bentuk konkret pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam mendukung transformasi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Kegiatan ini dilaksanakan tim dosen dan mahasiswa UNJ. Ketua Tim Pengusul Prof Puji Wahono (NIDN: 0002016010). Anggota dosen yakni Fajri Hamdani (NIDN: 0003069604), Shandy Aditya (NIDN: 0008048403), dan Fauzan Fadlullah (0023059701). Mahasiswa pelaksana yakni Hasbina Althea (1714422018), Royyan Akhmad Umar Sholih (1714422050), dan Salsabilla Dhinny (1714422086).
Keberhasilan program ini tidak hanya dilihat dari capaian teknis, namun juga dari perubahan pola pikir pelaku UMKM terhadap pentingnya inovasi dan teknologi dalam menghadapi tantangan pasar modern. Pendekatan human-centered digitalization yang diterapkan membuat proses adopsi teknologi terasa lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan harian para mitra. ”Mahasiswa sebagai pendamping juga mendapatkan pengalaman praktis dalam mengimplementasikan solusi nyata berbasis riset di tengah masyarakat,” kata Ketua Tim Pengusul Prof Puji Wahono.
Prof Puji menuturkan, UNJ berkomitmen terus memperkuat sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam program pengabdian serupa. Model Socialpreneurship 5.0 yang dikembangkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan replikasi di wilayah kepulauan lainnya atau daerah dengan karakteristik usaha mikro serupa. Baca juga: Tanggapi Keresahan UMKM, Pramono: Kawasan Tanpa Rokok Khusus untuk Ruang Tertutup
”Dengan penguatan ekosistem UMKM melalui digitalisasi, edukasi, dan kemitraan lintas sektor, transformasi ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan bukan lagi sekadar visi melainkan sebuah keniscayaan,” lanjutnya. Kolaborasi antarakademisi dan mahasiswa ini menjadi bentuk konkret pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam mendukung transformasi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Kegiatan ini dilaksanakan tim dosen dan mahasiswa UNJ. Ketua Tim Pengusul Prof Puji Wahono (NIDN: 0002016010). Anggota dosen yakni Fajri Hamdani (NIDN: 0003069604), Shandy Aditya (NIDN: 0008048403), dan Fauzan Fadlullah (0023059701). Mahasiswa pelaksana yakni Hasbina Althea (1714422018), Royyan Akhmad Umar Sholih (1714422050), dan Salsabilla Dhinny (1714422086).
(poe)
Lihat Juga :