Kisah Izzat, Pernah Jadi Kuli dan Loper Koran di Jepang, Kini Raih Gelar Doktor Biologi Kelautan
Senin, 16 Februari 2026 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
Kesulitan finansial justru menguatkan mentalnya. Ia menerima berbagai dukungan beasiswa, mulai dari Beasiswa Madrasah Berprestasi Kemenag saat S1, Presidential Fellowship, MEXT Honor, hingga MEXT SGU. Saat S3 (2022–2025), ia memperoleh dukungan Pioneering Research Project (PRP).
Selama sembilan tahun di Jepang (2016–2025), Izzat menuntaskan studi dari sarjana hingga doktoral di Tohoku University. Bidang yang ditekuninya meliputi Biologi Kelautan, Oseanografi, dan Planktonologi, khususnya harmful algal bloom—fenomena ledakan populasi alga berbahaya bagi ekosistem laut.
Risetnya mencakup studi genetika dan morfologi plankton, analisis arus laut dan suhu permukaan laut berbasis data satelit, hingga simulasi particle tracking untuk memahami konektivitas laut Indonesia dan Jepang.
Baginya, keberhasilan ini bukan hasil instan, melainkan buah dari konsistensi, adaptasi, dan kerja keras yang dijaga setiap hari.
“Selalu ada jalan meraih cita, selagi ada upaya dan tawakal,” tegasnya.
Izzat pun berpesan kepada para siswa madrasah agar tidak ragu bermimpi hingga tingkat internasional. Menurutnya, madrasah adalah fondasi, bukan batas.
Sembilan Tahun Menuntaskan Mimpi
Selama sembilan tahun di Jepang (2016–2025), Izzat menuntaskan studi dari sarjana hingga doktoral di Tohoku University. Bidang yang ditekuninya meliputi Biologi Kelautan, Oseanografi, dan Planktonologi, khususnya harmful algal bloom—fenomena ledakan populasi alga berbahaya bagi ekosistem laut.
Risetnya mencakup studi genetika dan morfologi plankton, analisis arus laut dan suhu permukaan laut berbasis data satelit, hingga simulasi particle tracking untuk memahami konektivitas laut Indonesia dan Jepang.
Baginya, keberhasilan ini bukan hasil instan, melainkan buah dari konsistensi, adaptasi, dan kerja keras yang dijaga setiap hari.
“Selalu ada jalan meraih cita, selagi ada upaya dan tawakal,” tegasnya.
Izzat pun berpesan kepada para siswa madrasah agar tidak ragu bermimpi hingga tingkat internasional. Menurutnya, madrasah adalah fondasi, bukan batas.
(nnz)
Lihat Juga :