Kisah Izzat, Pernah Jadi Kuli dan Loper Koran di Jepang, Kini Raih Gelar Doktor Biologi Kelautan
Senin, 16 Februari 2026 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
Perjalanan akademiknya berlanjut ke MAN Insan Cendekia Serpong (2013–2016). Di sana, Izzat semakin mendalami Biologi, aktif sebagai Wakil Ketua OSIS, serta meraih Juara 3 Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional bidang Biologi. Ia juga menjadi bagian dari tim Olimpiade Biologi tingkat provinsi.
Cita-cita kuliah di Jepang sudah tertanam sejak usia 13 tahun. Sebuah kartu telepon bergambar Gunung Fuji yang dibawakan ayahnya dari Tokyo menjadi simbol impian tersebut. Bahkan, saat car free day di Jalan Thamrin pada 2011, Izzat kecil pernah berkata ingin suatu hari belajar di Jepang.
Baca juga: Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun, Dea Angelia Jadi Lulusan Termuda UGM Bidang AI
Usai lulus MAN IC Serpong, ia langsung mendaftar ke Tohoku University tanpa mengikuti tes perguruan tinggi lain. Tekadnya terbayar, ia diterima di jurusan Marine Biology pada 2016.
Perjalanan studi Izzat di Jepang tidak selalu mulus. Saat menempuh program magister (2020–2022) di Graduate School of Agricultural Science, ia harus bekerja paruh waktu demi mencukupi kebutuhan hidup.
“Saya pernah menjadi pekerja harian membongkar gedung tua dan menjadi pengantar koran pagi lebih dari satu tahun. Mulai jam 3 sampai 6 pagi, lalu ke kampus sekitar jam 9,” kenangnya.
Baca juga: Perjuangan Mardiah, Lulus S3 IPB di Usia 26 Tahun dan 17 Publikasi Terindeks Scopus
Pengalaman sebagai kuli bangunan dan loper koran di Jepang menjadi titik penting yang membentuk karakter disiplin dan manajemen waktunya. Di sela pekerjaan fisik yang berat, ia tetap menjaga komitmen akademik, bahkan salat Subuh di mana pun waktu itu tiba.
Berani Bermimpi Kuliah di Jepang
Cita-cita kuliah di Jepang sudah tertanam sejak usia 13 tahun. Sebuah kartu telepon bergambar Gunung Fuji yang dibawakan ayahnya dari Tokyo menjadi simbol impian tersebut. Bahkan, saat car free day di Jalan Thamrin pada 2011, Izzat kecil pernah berkata ingin suatu hari belajar di Jepang.
Baca juga: Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun, Dea Angelia Jadi Lulusan Termuda UGM Bidang AI
Usai lulus MAN IC Serpong, ia langsung mendaftar ke Tohoku University tanpa mengikuti tes perguruan tinggi lain. Tekadnya terbayar, ia diterima di jurusan Marine Biology pada 2016.
Pernah Jadi Kuli dan Loper Koran
Perjalanan studi Izzat di Jepang tidak selalu mulus. Saat menempuh program magister (2020–2022) di Graduate School of Agricultural Science, ia harus bekerja paruh waktu demi mencukupi kebutuhan hidup.
“Saya pernah menjadi pekerja harian membongkar gedung tua dan menjadi pengantar koran pagi lebih dari satu tahun. Mulai jam 3 sampai 6 pagi, lalu ke kampus sekitar jam 9,” kenangnya.
Baca juga: Perjuangan Mardiah, Lulus S3 IPB di Usia 26 Tahun dan 17 Publikasi Terindeks Scopus
Pengalaman sebagai kuli bangunan dan loper koran di Jepang menjadi titik penting yang membentuk karakter disiplin dan manajemen waktunya. Di sela pekerjaan fisik yang berat, ia tetap menjaga komitmen akademik, bahkan salat Subuh di mana pun waktu itu tiba.
Lihat Juga :