Mahasiswa UNEJ Buktikan Reaktor Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Terapi Kanker
Rabu, 15 April 2026 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Padahal menurutnya, Actinium-225 memiliki peran penting dalam metode Targeted Alpha Therapy (TAT), yaitu terapi kanker yang mampu menarget sel kanker secara presisi tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, ia dan tim menambahkan Thorium Nitrida (ThN) ke dalam bahan bakar. Dalam proses reaksi nuklir, Thorium memiliki potensi untuk berubah menjadi Actinium melalui serangkaian reaksi berantai, sehingga peluang terbentuknya Actinium menjadi lebih besar.
“Jika dianalogikan, Thorium ini seperti ‘awal’ atau sumber dari Actinium dalam rantai reaksinya. Jadi dengan menambahkannya, peluang produksinya bisa meningkat,” jelas Husein, melalui siaran pers, Rabu (15/4/2026).
Lebih lanjut, tim tidak hanya berfokus pada produksi Actinium, tetapi juga mulai mengembangkan desain reaktor yang lebih realistis. Pengembangan ini mencakup perhitungan distribusi panas dan komposisi bahan bakar yang aman dan optimal.
“Kami sekarang tidak hanya mencoba menghasilkan Actinium, tetapi juga merancang reaktor yang lebih proper, aman, dan tetap optimal. Selain itu, kami juga melihat kemungkinan produk lain, karena Actinium hanya salah satu dari hasil reaksi di dalam reaktor,” lanjutnya.
Melalui kajian ini, Husein dan tim ingin menunjukkan bahwa reaktor nuklir tidak hanya berfungsi sebagai penghasil energi, tetapi juga dapat berkontribusi dalam bidang kesehatan.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, ia dan tim menambahkan Thorium Nitrida (ThN) ke dalam bahan bakar. Dalam proses reaksi nuklir, Thorium memiliki potensi untuk berubah menjadi Actinium melalui serangkaian reaksi berantai, sehingga peluang terbentuknya Actinium menjadi lebih besar.
“Jika dianalogikan, Thorium ini seperti ‘awal’ atau sumber dari Actinium dalam rantai reaksinya. Jadi dengan menambahkannya, peluang produksinya bisa meningkat,” jelas Husein, melalui siaran pers, Rabu (15/4/2026).
Lebih lanjut, tim tidak hanya berfokus pada produksi Actinium, tetapi juga mulai mengembangkan desain reaktor yang lebih realistis. Pengembangan ini mencakup perhitungan distribusi panas dan komposisi bahan bakar yang aman dan optimal.
“Kami sekarang tidak hanya mencoba menghasilkan Actinium, tetapi juga merancang reaktor yang lebih proper, aman, dan tetap optimal. Selain itu, kami juga melihat kemungkinan produk lain, karena Actinium hanya salah satu dari hasil reaksi di dalam reaktor,” lanjutnya.
Melalui kajian ini, Husein dan tim ingin menunjukkan bahwa reaktor nuklir tidak hanya berfungsi sebagai penghasil energi, tetapi juga dapat berkontribusi dalam bidang kesehatan.
Lihat Juga :