Ornamen Header
Sekolah Berkelas Dunia, SMA Pradita Dirgantara Sosialisasikan Studi Lanjut ke Jerman
Sekolah Berkelas Dunia, SMA Pradita Dirgantara Sosialisasikan Studi Lanjut ke Jerman
Sekolah Pradita Dirgantara mengadakan sosialisasi studi lanjut ke Jerman dengan pembicara utama dari Dinas Pertukaran Akademis Jerman atau DAAD. Foto/Dok/Humas Pradita Dirgantara
JAKARTA - Sekolah Pradita Dirgantara mengadakan sosialisasi studi lanjut ke Jerman dengan pembicara utama dari Dinas Pertukaran Akademis Jerman atau DAAD ( (Deutscher Akademischer Austauschdienst). Sosialisasi sebagai wujud untuk memantapkan diri sebagai SMA berkelas dunia .

Sosialisasi yang berlangsung pada Selasa (3/10) ini diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi zoom. Sosialisasi sebagai bentuk kesungguhan SMA Pradita Dirgantara menuju internasionalisasi ini diikuti oleh 235 peserta terdiri dari siswa dan orang tua. (Baca juga: Dorong Prestasi Siswa, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional )

Ketua Umum Yasarini Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan, almarhum BJ Habibie merupakan lulusan RWTH (Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule Aachen) Jerman. Ilmu yang didapat dari presiden ketiga Indonesia ini menghasilkan teori-teori yang saat ini digunakan dalam industri pesawat terbang di seluruh dunia.

“Di usia muda, SMA Pradita Dirgantara menunjukkan prestasi akademis maupun non akademis yang luar biasa. Saya pribadi berharap dan berdoa di masa depan akan lahir Habibie-Habibie baru dari SMA Pradita Dirgantara.” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (4/11).



Nanny berharap, sosialisasi ini dapat memberikan gambaran pada siswa serta orang tua tentang pendidikan dan studi lanjut di Jerman. Sosialisasi ini juga menjadi pemotivasi agar siswa-siswi SMA Pradita Dirgantara menjadi generasi emas. Yaitu generasi penerus yang dapat membanggakan bangsa, agama, orang tua dan almamater. (Baca juga: UI, PTN Terbaik di Indonesia versi U.S News & World Report )

Program Officer DAAD German Academic Exchange Service Olivia Jeane Sopacua menjadi pembicara dalam webinar ini. Olivia dalam pemaparannya mengatakan, berdasarkan catatan di tahun 2019, dari 20 negara penyumbang mahasiswa asing di Jerman, DAAD saat ini menduduki peringkat ke 20 dengan lebih dari 5000 orang Indonesia yang berkuliah di Jerman.

“Kami berharap nantinya peserta webinar menyumbang mahasiswa asing dari Indonesia untuk 2 atau 3 tahun berikutnya.” Ungkap Olivia.

Olivia menjelaskan, di tahun 2019 ada sekitar lebih dari 500 orang menerima bantuan dana dari DAAD. Dana ini terbagi berupa dana penelitian atau beasiswa S2 dan S3. DAAD sendiri merupakan organisasi mandiri dengan dana yang diolah berasal dari beberapa Kementerian di Jerman. (Baca juga: Kemendikbud Harap Semua Pihak Berkolaborasi Ringankan Beban Belajar Anak )

Kepala Urusan Kerja sama Dalam dan Luar Negeri Direktorat Pengembangan SMA Pradita Dirgantara Lena Citra Manggalasari menambahkan, untuk memfasilitasi para siswanya yang berminat studi lanjut ke Jerman maka sekolah akan melakukan pembelajaran bahasa Jerman secara intensif.

Praktik bahasa Jerman ini, katanya, untuk untuk memudahkan siswa mempersiapkan studinya di Jerman. “Namun bagi siswa siswi dari Program IB dapat mendaftar langsung ke Universitas-universitas di berbagai negara tanpa mengikuti program penyetaraan, mengingat SMA Pradita Dirgantara sudah memasuki IB candidacy.” pungkasnya.
(mpw)
TULIS KOMENTAR ANDA!