Ini Aplikasi Rancangan Mahasiswa ITS yang Banyak Raih Penghargaan
Kamis, 12 November 2020 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
Menjawab pertanyaan tersebut, Asad menyebutkan, aplikasi yang dirancang bersama timnya ini dapat menjadi solusi yang memudahkan para pelaku usaha di Indonesia untuk memasarkan produknya dengan jasa influencer melalui tiga pengalaman berbeda.
Tiga pengalaman berbeda tersebut ialah rekomendasi influencer yang sesuai dengan preferensi bisnis melalui bantuan Artificial Intelligence (AI), fitur pembayaran yang akan menyesuaikan nominal dengan performa sang influencer, dan juga laporan data analitik terhadap performa influencer yang terus diperbarui berdasar waktu yang sebenarnya.
Lebih lanjut, Asad menjelaskan bahwa Digiflux dirancang menggunakan metode Design Thinking yang merupakan kerangka berpikir untuk memecahkan masalah dengan menggunakan pendekatan kepada pengguna (User Centered). “Berdasarkan hasil pengujian prototipe aplikasi yang kami uji cobakan kepada beberapa pengguna, mereka dapat menjalankan aplikasi dan menyelesaikan tugas mereka dengan baik,” ungkapnya. (Baca juga: Mahasiswa FTUI Juara 1 dan 2 Lomba Desain Inovasi Kapal Kesehatan )
Inovasi yang digagas mereka pun berhasil sabet medali perak dalam cabang lomba Desain Pengalaman Pengguna (UX Design) pada kompetisi bergengsi, Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (Gemastik) XIII tahun 2020, beberapa waktu lalu.
Dalam waktu pengerjaan selama dua bulan, menjalin hubungan dengan pengguna menjadi tantangan tersendiri saat mengikuti kompetisi tersebut. Terlebih lagi kondisi pandemi membatasi kegiatan berkumpul dan bertemu secara langsung. Asad dan tim juga harus berpacu dengan keterbatasan waktu.
Tiga pengalaman berbeda tersebut ialah rekomendasi influencer yang sesuai dengan preferensi bisnis melalui bantuan Artificial Intelligence (AI), fitur pembayaran yang akan menyesuaikan nominal dengan performa sang influencer, dan juga laporan data analitik terhadap performa influencer yang terus diperbarui berdasar waktu yang sebenarnya.
Lebih lanjut, Asad menjelaskan bahwa Digiflux dirancang menggunakan metode Design Thinking yang merupakan kerangka berpikir untuk memecahkan masalah dengan menggunakan pendekatan kepada pengguna (User Centered). “Berdasarkan hasil pengujian prototipe aplikasi yang kami uji cobakan kepada beberapa pengguna, mereka dapat menjalankan aplikasi dan menyelesaikan tugas mereka dengan baik,” ungkapnya. (Baca juga: Mahasiswa FTUI Juara 1 dan 2 Lomba Desain Inovasi Kapal Kesehatan )
Inovasi yang digagas mereka pun berhasil sabet medali perak dalam cabang lomba Desain Pengalaman Pengguna (UX Design) pada kompetisi bergengsi, Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (Gemastik) XIII tahun 2020, beberapa waktu lalu.
Dalam waktu pengerjaan selama dua bulan, menjalin hubungan dengan pengguna menjadi tantangan tersendiri saat mengikuti kompetisi tersebut. Terlebih lagi kondisi pandemi membatasi kegiatan berkumpul dan bertemu secara langsung. Asad dan tim juga harus berpacu dengan keterbatasan waktu.
Lihat Juga :