Dihadapan Mahasiswa, Alumni IPB Ini Berkisah saat Jualan Kaset sampai Jadi Pejabat
Kamis, 12 November 2020 - 21:33 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, tiga faktor paling berpengaruh dalam mendukung keberhasilan dalam hidupnya adalah doa orang tua, doa istri tercinta dan doa serta usaha pribadi. “Istri saya lulusan IPB University juga, jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (GMSK). Bagaimanapun IPB University itu akan selalu menjadi bagian dari hidup saya, karena saya bertemu jodoh saya di kampus.” ujarnya.
Tak lupa, Agung kembali mengingatkan untuk tidak mudah patah semangat jika kelak dalam proses meniti karir menemukan kegagalan. Jangan sampai prinsip hidup kita mudah dibelokkan oleh tantangan yang dialami.
“Di sektor swasta atau pun pemerintah, silahkan, yang penting kita fokus. Di IPB University yang saya rasakan, teman-teman yang the best itu bukan IQ-nya saja yang tinggi, tetapi EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient) juga tinggi. Berdasarkan pengalaman, sepintar apapun jika perilakunya tidak baik, tidak akan bisa berhasil,” kata Agung mewanti-wanti. (Baca juga: Mahasiswa FTUI Juara 1 dan 2 Lomba Desain Inovasi Kapal Kesehatan )
Terakhir, Agung membagikan filosofi layang-layang dalam era Industri 4.0. Ia menggambarkan knowledge, skill dan attitude sebagai orang yang memainkan layang-layang. Ia melambangkan benang yang ditiup angin sebagai tantangan cuaca, kemudian layang-layang sebagai gagasan revolusi industri 4.0.
"Artinya adalah bahwa di dalam mencapai tujuan utama revolusi industri 4.0, kita akan menjumpai banyak halangan dan tantangan yang dalam tayangan dilambangkan dengan benang yang terancam kondisi cuaca. Namun ilmu pengetahuan, ketarampilan, dan sikap yang baik lah yang akan membantu kita untuk mampu mengendalikan layang-layang.
Tak lupa, Agung kembali mengingatkan untuk tidak mudah patah semangat jika kelak dalam proses meniti karir menemukan kegagalan. Jangan sampai prinsip hidup kita mudah dibelokkan oleh tantangan yang dialami.
“Di sektor swasta atau pun pemerintah, silahkan, yang penting kita fokus. Di IPB University yang saya rasakan, teman-teman yang the best itu bukan IQ-nya saja yang tinggi, tetapi EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient) juga tinggi. Berdasarkan pengalaman, sepintar apapun jika perilakunya tidak baik, tidak akan bisa berhasil,” kata Agung mewanti-wanti. (Baca juga: Mahasiswa FTUI Juara 1 dan 2 Lomba Desain Inovasi Kapal Kesehatan )
Terakhir, Agung membagikan filosofi layang-layang dalam era Industri 4.0. Ia menggambarkan knowledge, skill dan attitude sebagai orang yang memainkan layang-layang. Ia melambangkan benang yang ditiup angin sebagai tantangan cuaca, kemudian layang-layang sebagai gagasan revolusi industri 4.0.
"Artinya adalah bahwa di dalam mencapai tujuan utama revolusi industri 4.0, kita akan menjumpai banyak halangan dan tantangan yang dalam tayangan dilambangkan dengan benang yang terancam kondisi cuaca. Namun ilmu pengetahuan, ketarampilan, dan sikap yang baik lah yang akan membantu kita untuk mampu mengendalikan layang-layang.
(mpw)
Lihat Juga :