Kemenko PMK: Asesmen Nasional Berbasis Digital Bakal Alami Banyak Kendala
Kamis, 12 November 2020 - 22:34 WIB
loading...
Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Sartono. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal menggelar Asesmen Nasional (AN) pada April 2021. AN kemungkinan digelar secara daring, mengingat belum adanya kepastian kapan pandemi Covid-19 berakhir.
Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Kemenko PMK ), Agus Sartono menyebut AN berbasis daring di tengah pandemi bakal mengalami banyak kendala. Terlebih, di wilayah Indonesia yang tergolong terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). (Baca juga: PGRI: Banyak Sekolah di Daerah Belum Terima Sosialisasi Asesmen Nasional )
"Sekarang kan jaringan internet kita seperti apa? selama internet kita belum menyeluruh (yang berbasis digital) itu belum bisa. Dan 3T akan terus jadi kendala," ujar Agus di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (12/11/2020).
Menurut Agus, permasalahan digitalisasi tak hanya dihadapi oleh wilayah 3T. Permasalahan digitalisasi masih dirasakan di banyak wilayah di Indonesia.
Dia pun mempertanyakan langkah yang akan diambil Kemedikbud dalam menyelesaikan masalah digitalisasi yang dihadapkan dengan AN. Jika tidak siap menjalankan AN, ia menyarankan Kemendikbud mengundur waktu pelaksanaan program pengganti Ujian Nasional (UN) itu. "Kalau saya sarankan realisasinya mundur Oktober 2021 atau di 2022 kalau memang belum siap," jelas Agus. (Baca juga: Menteri Nadiem Pantau Kondisi Belajar Mengajar di Rote Ndao NTT )
Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Kemenko PMK ), Agus Sartono menyebut AN berbasis daring di tengah pandemi bakal mengalami banyak kendala. Terlebih, di wilayah Indonesia yang tergolong terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). (Baca juga: PGRI: Banyak Sekolah di Daerah Belum Terima Sosialisasi Asesmen Nasional )
"Sekarang kan jaringan internet kita seperti apa? selama internet kita belum menyeluruh (yang berbasis digital) itu belum bisa. Dan 3T akan terus jadi kendala," ujar Agus di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (12/11/2020).
Menurut Agus, permasalahan digitalisasi tak hanya dihadapi oleh wilayah 3T. Permasalahan digitalisasi masih dirasakan di banyak wilayah di Indonesia.
Dia pun mempertanyakan langkah yang akan diambil Kemedikbud dalam menyelesaikan masalah digitalisasi yang dihadapkan dengan AN. Jika tidak siap menjalankan AN, ia menyarankan Kemendikbud mengundur waktu pelaksanaan program pengganti Ujian Nasional (UN) itu. "Kalau saya sarankan realisasinya mundur Oktober 2021 atau di 2022 kalau memang belum siap," jelas Agus. (Baca juga: Menteri Nadiem Pantau Kondisi Belajar Mengajar di Rote Ndao NTT )
Lihat Juga :