Magister HI UPH Gelar Konferensi Indo-Pasifik Pertama di Dunia
Jum'at, 04 Desember 2020 - 15:21 WIB
loading...
Program MHI UPH menggelar Konferensi Indo-Pasifik Pertama di Dunia, yang diadakan secara virtual pada Jumat (4/12). Foto/DOk/Humas UPH
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Indonesia Kabinet Indonesia Maju, Jerry Sambuaga dan Duta Besar Perancis untuk Indonesia dan Timor Leste, H.E. Mr. Olivier Chambard, membuka Konferensi Indo-Pasifik Pertama di Dunia , yang diadakan oleh program Magister Hubungan Internasional Universitas Pelita Harapan (MHI UPH) Semanggi, Jakarta pada Jumat (4/12).
Konferensi bertaraf internasional ini merupakan hasil kerja sama MHI UPH dengan Kementerian Perdagangan dan Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia, yang mendapatkan dukungan penuh dari American Institute for Indonesia Studies (AIFIS), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), International Federation of Social Science Organizations (IFSSO) dan Center for Southeast Asian Studies (CSEAS). (Baca juga: Tahap Uji Klinis, UGM dan PT FAI Kembangkan Obat Antivirus Covid-19 )
“Saya sangat gembira sekali UPH mengadakan acara ini, karena isu Indo-Pasifik sangat penting. Secara geografis, Perancis juga memiliki teritori yang juga berada di kawasan Indo-Pasifik sehingga bagi Perancis, isu ini juga sangat penting baik dari segi budaya, strategi maupun ekonomi. Kami mengembangkan strategi Indo-Pasifik karena secara fundamental, kawasan ini sangat penting bagi keamanan dunia,” ucap H.E. Olivier Chambard, Duta Besar Perancis untuk Indonesia & Timor Leste, dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Jumat (4/12/2020).
Berjudul “Indo-Pacific: Outlooks, Opportunities and Challenges”, konferensi ini mengusung pembicara dari pelbagai universitas terkemuka di dunia, yang akan memberikan hasil observasi dan analisa mereka pada berbagai dimensi Indo-Pasifik. Sejumlah pembicara: Prof. Donald K. Emmerson, (Director Southeast Asia Program, Walter H. Shorenstein Asia-Pacific Research Center, Stanford University),
Selanjutnya, Prof. Ann Marie Murphy, (Director of the Center for Emerging Powers & Transnational Trends, School of Diplomacy and International Relations, Seton Hall University). Lainnya, Prof. Rory Medcalf (Head of National Security College, Australian National University), Prof. Aleksius Jemadu, PhD. (Professor of International Politics, Universitas Pelita Harapan), dan Gautam Kumar Jha (Assistant Professor, Centre for Chinese & Southeast Asian Studies, Jawaharlal Nehru University). (Baca juga: Tim Mahasiswa ITS Rancang Pelabuhan Terintegrasi Berkonsep National Hub )
Konferensi bertaraf internasional ini merupakan hasil kerja sama MHI UPH dengan Kementerian Perdagangan dan Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia, yang mendapatkan dukungan penuh dari American Institute for Indonesia Studies (AIFIS), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), International Federation of Social Science Organizations (IFSSO) dan Center for Southeast Asian Studies (CSEAS). (Baca juga: Tahap Uji Klinis, UGM dan PT FAI Kembangkan Obat Antivirus Covid-19 )
“Saya sangat gembira sekali UPH mengadakan acara ini, karena isu Indo-Pasifik sangat penting. Secara geografis, Perancis juga memiliki teritori yang juga berada di kawasan Indo-Pasifik sehingga bagi Perancis, isu ini juga sangat penting baik dari segi budaya, strategi maupun ekonomi. Kami mengembangkan strategi Indo-Pasifik karena secara fundamental, kawasan ini sangat penting bagi keamanan dunia,” ucap H.E. Olivier Chambard, Duta Besar Perancis untuk Indonesia & Timor Leste, dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Jumat (4/12/2020).
Berjudul “Indo-Pacific: Outlooks, Opportunities and Challenges”, konferensi ini mengusung pembicara dari pelbagai universitas terkemuka di dunia, yang akan memberikan hasil observasi dan analisa mereka pada berbagai dimensi Indo-Pasifik. Sejumlah pembicara: Prof. Donald K. Emmerson, (Director Southeast Asia Program, Walter H. Shorenstein Asia-Pacific Research Center, Stanford University),
Selanjutnya, Prof. Ann Marie Murphy, (Director of the Center for Emerging Powers & Transnational Trends, School of Diplomacy and International Relations, Seton Hall University). Lainnya, Prof. Rory Medcalf (Head of National Security College, Australian National University), Prof. Aleksius Jemadu, PhD. (Professor of International Politics, Universitas Pelita Harapan), dan Gautam Kumar Jha (Assistant Professor, Centre for Chinese & Southeast Asian Studies, Jawaharlal Nehru University). (Baca juga: Tim Mahasiswa ITS Rancang Pelabuhan Terintegrasi Berkonsep National Hub )
Lihat Juga :