Sah, Saiful Mujani Resmi Sandang Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta
Jum'at, 22 Januari 2021 - 19:55 WIB
loading...
A
A
A
Untuk menyelesaikan doktoralnya, Saiful menulis disertasi berjudul “Religious Democrats: Democratic Dulture and Muslim Political Participation in Post-Suharto Indonesia”. Kelak, disertasi yang ditulisnya di bawah bimbingan Profesor R. William Liddle ini menjadi disertasi terbaik Ohio State University tahun 2004.
Pasca studinya, Saiful kembali mengajar di kampus dan terlibat dalam banyak riset politik. Untuk riset, Saiful bergabung dengan lembaga survei politik Lembaga Survei Indonesia dengan dipercaya sebagai Direktur Eksekutif untuk masa jabatan 2005-2007. Namun di tahun 2011, Saiful mendirikan lembaga riset sendiri dengan nama Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC). Lembaga ini dibentuknya dengan fokus penelitian dan konsultansi politik dan kebijakan berbasis riset.
Mengutip data google scholar-nya, Saiful menulis puluhan artikel dalam bentuk buku dan paper terpublikasi nasional-internasioal. Beberapa di antaranya, Muslim Demokrat: Islam, Budaya Demokrasi, dan Partisipasi Politik di Indonesia Pasca Orde Baru (2007); Leadership, Party, and Religion: Explaining Voting Behavior in Indonesia (bersama RW. Liddle, 2010); Kaum Demokrat Kritis: Analisis Perilaku Pemilih Indonesia Sejak Demokratisasi (2019), dan lainnya. Baca juga: UIN Walisongo Berikan Gelar Doktor Honoris Causa pada KH Afifuddin Muhajir
Atas kiprahnya dalam kajian politik, Saiful diganjar sejumlah penghargaan. Di antaranya, Franklin L. Burdette/Pi Sigma Alpha Award dari American Political Science Association (APSA). Penghargaan bergengsi yang pernah diterima para ilmuwan politik kenamaan seperti Samuel P. Huntington, Mancur Olson, dan Sidney Tarrow.
Tahun 2017, Yayasan Achmad Bakrie mengganjarnya dengan Bakrie Award untuk bidang Pemikiran Sosial. Bersamanya saat itu, sejumlah nama besar juga diganjar penghargaan yang sama, yaitu Terawan Agus Putranto (Kedokteran), Ebiet G. Ade (Kebudayaan Popular Alternatif), dan Nadiem Makarim (Teknologi dan Kewirausahaan).
Pasca studinya, Saiful kembali mengajar di kampus dan terlibat dalam banyak riset politik. Untuk riset, Saiful bergabung dengan lembaga survei politik Lembaga Survei Indonesia dengan dipercaya sebagai Direktur Eksekutif untuk masa jabatan 2005-2007. Namun di tahun 2011, Saiful mendirikan lembaga riset sendiri dengan nama Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC). Lembaga ini dibentuknya dengan fokus penelitian dan konsultansi politik dan kebijakan berbasis riset.
Mengutip data google scholar-nya, Saiful menulis puluhan artikel dalam bentuk buku dan paper terpublikasi nasional-internasioal. Beberapa di antaranya, Muslim Demokrat: Islam, Budaya Demokrasi, dan Partisipasi Politik di Indonesia Pasca Orde Baru (2007); Leadership, Party, and Religion: Explaining Voting Behavior in Indonesia (bersama RW. Liddle, 2010); Kaum Demokrat Kritis: Analisis Perilaku Pemilih Indonesia Sejak Demokratisasi (2019), dan lainnya. Baca juga: UIN Walisongo Berikan Gelar Doktor Honoris Causa pada KH Afifuddin Muhajir
Atas kiprahnya dalam kajian politik, Saiful diganjar sejumlah penghargaan. Di antaranya, Franklin L. Burdette/Pi Sigma Alpha Award dari American Political Science Association (APSA). Penghargaan bergengsi yang pernah diterima para ilmuwan politik kenamaan seperti Samuel P. Huntington, Mancur Olson, dan Sidney Tarrow.
Tahun 2017, Yayasan Achmad Bakrie mengganjarnya dengan Bakrie Award untuk bidang Pemikiran Sosial. Bersamanya saat itu, sejumlah nama besar juga diganjar penghargaan yang sama, yaitu Terawan Agus Putranto (Kedokteran), Ebiet G. Ade (Kebudayaan Popular Alternatif), dan Nadiem Makarim (Teknologi dan Kewirausahaan).
(mpw)
Lihat Juga :