Ornamen Header
PBNU Lantik Imam Satibi Sebagai Rektor UMNU Kebumen, Ini Harapan Said Aqil
PBNU Lantik Imam Satibi Sebagai Rektor UMNU Kebumen, Ini Harapan Said Aqil
Ketua Umum PBNU Prof DR KH Said Aqil Siradj melantik Dr H Imam Satibi MPdI sebagai Rektor Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, Selasa (26/1). Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof DR KH Said Aqil Siradj melantik Dr H Imam Satibi MPdI sebagai Rektor Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (26/1).

Acara yang berlangsung secara virtual ini juga dihadiri segenap jajaran Badan Penyelenggara Pendidikan (BPP) UMNU Kebumen termasuk Ketua BPP UMNU Fauzi Muhtad MAg. Meskipun acara berlangsung virtual, aturan menjaga protokol kesehatan tetap dijalankan. Baca juga: Ketum PBNU Lantik 4 Rektor Perguruan Tinggi NU, Ini Pesan Said Aqil

Selain mengukuhkan Dr H Imam Satibi, Said Aqil juga melantik tiga rektor PTNU lainnya yaitu, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumbar Prof. Dr. Yunia Wardi, M.Si; Rektor Institut Teknologi dan Sains (ITS) NU Jambi, Prof. Dr. Lias Hasibuan, dan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNU Giri) Bojonegoro, Jawa Timur, Drs.M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I.

"Alhamdulillah, siang ini kita telah melantik 4 rektor PTNU secara virtual, karena memang kondisi belum mengizinkan secara offline. Saya harapkan, perguruan tinggi NU yang rektornya baru saya lantik, menjadi pusat peradaban, pusat kemajuan, pusat kajian intelektual bagi para nahdliyin khususnya," kata Said Aqil saat memberikan sambutan pelantikan 4 rektor PTNU, Selasa (26/1/2021).



Menurut Said, amanat yang diemban para rektor yang baru dilantik merupakan amanat yang berat. Akan tetapi, amanat tersebut merupakan amanat yang mulia, bersifat membangun persadaban dan budaya, membangun karakter, membangun kemanusiaan serta membangun akhlak. Setelah itu, baru membangun skill dan ilmu pengetahuan. Baca juga: Baca juga: UGM akan Terima 9 Ribu Mahasiswa Baru, Cek Syarat Pendaftaran

"Ingat, ilmu itu setelah membangun karakter dan akhlak. Teknologi setelah kepribadian terbangun. Jangan dibalik, ilmu dulu baru karakter, pasti akan gagal nantinya. Martabat sebuah bangsa tergantung budayanya, bukan tergantung agamanya," ungkap Said

Untuk itu, Said mengajak seluruh warga NU untuk mempertahankan budaya, karakter dan akhlak ketika hidup di era apapun. Amanah yang harus dilakukan oleh warga NU saat ini, yaitu tsaqofah dan hadharah. Setelah mencapai dua hal itu, maka umat Islam, khususnya warga NU akan menjadi umat yang mutamaddin atau masyarakat yang beradab.

"Apalagi saat ini sudah di era IT, era medsos yang penuh dengan fitnah. Kita harus punya ciri khas, yaitu kelompok umat Islam yang berbudaya, yang mengharmoniskan antara teologi, tsaqofah dan hadharah. Bahkan, tsaqofah dan hadharah itu jadikan pondasi insfrastruktur agama. Maka agamanya kuat, budayanya langgeng. Jangan sampai sesekali kita mempertentangkan antara agama dan budaya," tegas Said. Baca juga: Dukung Bisnis Startup, Vokasi UI Luncurkan Prodi Bisnis Kreatif

Said mengajak seluruh warga NU mengharmoniskan nilai-nilai agama dari Allah yang sakral dengan kreativitas manusia yang bersifat capaian-capaian kehidupan masyarakat. Kecuali, kalau itu bertentangan dengan syariat-syariat Islam, seperti hubungan seks bebas, minuman keras, maka harus ditolak.

"Selama tidak bertentangan dengan syariat Islam, mari budaya dilestarikan. Silahkan sekolah ke Arab, tapi pulang haus bawa ilmu, bukan pulang bawa budaya Arab. Silahkan kuliah ke negara mana saja, tapi pulang bawa teknologi, jangan bawa budayanya. Begitu dalam rangka menjaga NKRI," terangnya.



Hal itulah, lanjut Said, yang menjadi dasar dirinya menyebut dengan istilah 'Islam Nusantara'. Menurutnya, Teologinya tetap dari Arab, Bacaan Al Quran tetap Bahasa Arab, Bacaan Shalat tetap Arab, tetapi budaya arab tidak cocok jika dibawa ke Indonesia. jika betul betul mencintai tanah air Indonesia, maka lestarikanlah budaya yang ada di Indonesia. Baca juga: UIN Jakarta Turunkan UKT untuk Mahasiswa Terdampak Pandemi Covid-19

"Terakhir, saya mengucapkan selamat kepada 4 rektor yang baru dilantik, semoga Allah memberikan kekuatan lahir dan bathin, dalam rangka menjalankan amanat dan kewajiban, walaupun saya tahu, pastilah tantangannya sangat berat, sementara honornya kecil. tapi saya yakin, Allah akan membalas jasa jasanya," pungkas Said.
(mpw)
TULIS KOMENTAR ANDA!