Catat! Ini Etika Berkomunikasi dengan Dosen Melalui WhatsApp
Rabu, 10 Februari 2021 - 15:21 WIB
loading...
A
A
A
Perlu disadari, katanya, di masa pandemi WhatsApp grup lebih cepat direspon daripada WhatsApp personal. Itu disebabkan karena waktu yang ada lebih aktif dibandingkan dengan WhatsApp personal. Sehingga terkadang mahasiswa harus berpikir positif apabila dosen baru bisa membalas malam atau keesokan harinya.
Selain itu, berkomunikasi secara online sangat berbeda dengan cara berkomunikasi tatap muka. Harus disadari bila dosen menjawab singkat bukan berarti tidak mau diganggu melainkan mungkin sedang ada aktivitas yang lain. Demikian juga apabila tidak segera dijawab juga mungkin baru membaca, tiba-tiba ada pekerjaan yang membutuhkan respon langsung, sehingga belum dijawab namun agar tersampaikan bisa saja hanya menjawab ‘ya’.
“Jadi nggak perlu sampai merasa tersinggung. Bahasa komunikasi tertulis itu kan bisa jadi ketika dibalas dengan ‘ya’, ‘oke’ bukan berarti marah. Coba bayangkan kalau bertemu langsung, jawaban ‘ya’ dan ‘oke’ tersebut dapat bermakna menjawab ‘oh begitu ya’, ‘oke kalau gitu’, ‘kita ketemu nanti’, ‘hmmm iya” dan lain-lain,” jelasnya.
Baca juga: Pendaftaran KIP Kuliah Dibuka, Apa Saja Syaratnya?
Dewi juga menekankan bahwa dalam mengakhiri pesan tidak perlu panjang lebar, cukup yang penting-penting saja. “Cukup dengan ‘terima kasih Bu atas masukannya’, atau ‘terima kasih untuk waktunya’,” jelasnya.
Selain itu, berkomunikasi secara online sangat berbeda dengan cara berkomunikasi tatap muka. Harus disadari bila dosen menjawab singkat bukan berarti tidak mau diganggu melainkan mungkin sedang ada aktivitas yang lain. Demikian juga apabila tidak segera dijawab juga mungkin baru membaca, tiba-tiba ada pekerjaan yang membutuhkan respon langsung, sehingga belum dijawab namun agar tersampaikan bisa saja hanya menjawab ‘ya’.
“Jadi nggak perlu sampai merasa tersinggung. Bahasa komunikasi tertulis itu kan bisa jadi ketika dibalas dengan ‘ya’, ‘oke’ bukan berarti marah. Coba bayangkan kalau bertemu langsung, jawaban ‘ya’ dan ‘oke’ tersebut dapat bermakna menjawab ‘oh begitu ya’, ‘oke kalau gitu’, ‘kita ketemu nanti’, ‘hmmm iya” dan lain-lain,” jelasnya.
Baca juga: Pendaftaran KIP Kuliah Dibuka, Apa Saja Syaratnya?
Dewi juga menekankan bahwa dalam mengakhiri pesan tidak perlu panjang lebar, cukup yang penting-penting saja. “Cukup dengan ‘terima kasih Bu atas masukannya’, atau ‘terima kasih untuk waktunya’,” jelasnya.
(mpw)
Lihat Juga :