Bangun Kompetensi dan Karakter Siswa, Mentari Group Gelar Pelajar Berkreasi
Sabtu, 17 April 2021 - 14:57 WIB
loading...
Direktur Program Pelajar Berkreasi Natalina Rimba. FOTO/CAPTURE YOUTUBE
A
A
A
JAKARTA - Tantangan para pelajar di Indonesia semakin berat di masa pandemi COVID-19. Dalam setahun terakhir, mereka dipaksa mengubah pola belajarnya, dari tatap muka langsung di sekolah, menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui gawai.
CMO Mentari Group, Natalina Rimba mengungkapkan, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2018, menunjukkan bahwa pelajar Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara lain, yaitu berada di urutan ke-72 dari 79 negara. Menerutnya, tantangan semakin berat di masa pandemi ini karena pelajar rentan sekali kecanduan gawai. Bahkan, kata Natalina, Kemendikbud sendiri telah mengonfirmasi bahwa telaht terjadi learning loss selama pandemi.
"Padahal, survei BPS telah menyatakan populasi terbesar di Indonesia pada 2020 adalah Gen Z yang merupakan para pelajar. Artinya, mereka ini memiliki peranan besar untuk kemajuan Indonesia," kata Natalina dalam gelar wicara daring bertajuk 'Membangun Kompetensi dan Karakter Anak Sejak Dini, Jumat (17/4/2021). Acara ini diikuti lebih dari 400 peserta yang terdiri dari pimpinan sekolah, guru, dan orang tua.
Baca juga: Hentikan PJJ, Mendikbud Minta Sekolah Lakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Untuk menjawab tantangan pelajar Indonesia masa kini sekaligus menyediakan panggung bagi mereka, Mentari Group menggelar Pelajar Berkreasi. Program ini merupakan seri perlombaan yang mendukung pelajar di seluruh Indonesia untuk mengasah kemampuan literasi, numerasi, karakter, dan kreativitas.
"Pelajar Berkreasi diadakan pada Maret-Oktober 2021, dan akan menjadi kegiatan tahunan," kata Natalina yang menjabat sebagai Direktur Program Pelajar Berkreasi.
Ia menyampaikan bahwa Pelajar Berkreasi dirancang sesuai kebutuhan pelajar saat ini, yaitu menjawab tantangan Asesmen Kompetensi Minimum yang fokus pada literasi, numerasi, karakter. Kegiatan ini mendukung pelajar mengasah kemampuan nonteknis Abad 21, seperti berpikir kritis, berkolaborasi, berkreasi, berkomunikasi (dikenal dengan 4C), serta bernalar tingkat tinggi atau higher order thinking skill (HOTS).
CMO Mentari Group, Natalina Rimba mengungkapkan, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2018, menunjukkan bahwa pelajar Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara lain, yaitu berada di urutan ke-72 dari 79 negara. Menerutnya, tantangan semakin berat di masa pandemi ini karena pelajar rentan sekali kecanduan gawai. Bahkan, kata Natalina, Kemendikbud sendiri telah mengonfirmasi bahwa telaht terjadi learning loss selama pandemi.
"Padahal, survei BPS telah menyatakan populasi terbesar di Indonesia pada 2020 adalah Gen Z yang merupakan para pelajar. Artinya, mereka ini memiliki peranan besar untuk kemajuan Indonesia," kata Natalina dalam gelar wicara daring bertajuk 'Membangun Kompetensi dan Karakter Anak Sejak Dini, Jumat (17/4/2021). Acara ini diikuti lebih dari 400 peserta yang terdiri dari pimpinan sekolah, guru, dan orang tua.
Baca juga: Hentikan PJJ, Mendikbud Minta Sekolah Lakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Untuk menjawab tantangan pelajar Indonesia masa kini sekaligus menyediakan panggung bagi mereka, Mentari Group menggelar Pelajar Berkreasi. Program ini merupakan seri perlombaan yang mendukung pelajar di seluruh Indonesia untuk mengasah kemampuan literasi, numerasi, karakter, dan kreativitas.
"Pelajar Berkreasi diadakan pada Maret-Oktober 2021, dan akan menjadi kegiatan tahunan," kata Natalina yang menjabat sebagai Direktur Program Pelajar Berkreasi.
Ia menyampaikan bahwa Pelajar Berkreasi dirancang sesuai kebutuhan pelajar saat ini, yaitu menjawab tantangan Asesmen Kompetensi Minimum yang fokus pada literasi, numerasi, karakter. Kegiatan ini mendukung pelajar mengasah kemampuan nonteknis Abad 21, seperti berpikir kritis, berkolaborasi, berkreasi, berkomunikasi (dikenal dengan 4C), serta bernalar tingkat tinggi atau higher order thinking skill (HOTS).
Lihat Juga :