Belajar di Masa Pandemi, Ini Cara Mengatasi Ketertinggalan yang Bisa Dicoba
Selasa, 03 Agustus 2021 - 14:42 WIB
loading...
A
A
A
66% Siswa Tak Nyaman Belajar di Masa Pandemi di Rumah
Seperti dikutip dari laman Sahabat Keluarga Kemendikbud, survey dari UNICEF yang digelar selama tahun 2020 lalu menyebutkan jika 66% dari 60 juta siswa yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan mengaku tidak nyaman saat belajar di rumah . Sebanyak 87% siswa yang disurvei, menginginkan untuk belajar kembali di sekolah. Bahkan, 88% siswa mengaku bersedia mengenakan masker saat belajar di sekolah.
Data dari survei tersebut juga menyatakan bahwa 38% siswa merasa bimbingan dari guru selama belajar online menjadi masalah utama. Sementara, 35% merasa akses internet di daerah mereka terbilang buruk untuk pembelajaran daring. Bahkan, 62% siswa mengaku sangat membutuhkan kuota internet jika proses pembelajaran jarak jauh tetap berlanjut.
Solusi Menghadapi Learning Loss
Ada dua faktor utama yang harus diperhatikan untuk mengatasi masalah ketertinggalan belajar di masa pandemi, yaitu faktor pengajar dan siswanya. Untuk para pengajar atau guru, demi membantu para siswa, ada baiknya untuk meng-upgrade skill mengajar online yang lebih efektif.
Saat ini, tak sulit menemukan cara meningkatkan skill mengajar daring di internet. Cara termudah adalah, para guru bisa mengikuti pelatihan yang diberikan oleh lembaga bimbingan belajar online yang sudah berpengalaman.
Komunitas Guru Inspiratif - Pahamify misalnya, program ini dirancang oleh bimbingan belajar online Pahamify untuk mengembangkan kompetensi guru di seluruh Indonesia. Program ini dikemas dalam format webinar terjadwal yang mengulas tentang tips, trik dan inovasi dalam mengajar daring yang lebih efektif. Baca juga: Demi Bisa Mencerdaskan Murid-muridnya, Guru di Sumba Nekat Menyeberangi Banjir
Seperti dikutip dari laman Sahabat Keluarga Kemendikbud, survey dari UNICEF yang digelar selama tahun 2020 lalu menyebutkan jika 66% dari 60 juta siswa yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan mengaku tidak nyaman saat belajar di rumah . Sebanyak 87% siswa yang disurvei, menginginkan untuk belajar kembali di sekolah. Bahkan, 88% siswa mengaku bersedia mengenakan masker saat belajar di sekolah.
Data dari survei tersebut juga menyatakan bahwa 38% siswa merasa bimbingan dari guru selama belajar online menjadi masalah utama. Sementara, 35% merasa akses internet di daerah mereka terbilang buruk untuk pembelajaran daring. Bahkan, 62% siswa mengaku sangat membutuhkan kuota internet jika proses pembelajaran jarak jauh tetap berlanjut.
Solusi Menghadapi Learning Loss
Ada dua faktor utama yang harus diperhatikan untuk mengatasi masalah ketertinggalan belajar di masa pandemi, yaitu faktor pengajar dan siswanya. Untuk para pengajar atau guru, demi membantu para siswa, ada baiknya untuk meng-upgrade skill mengajar online yang lebih efektif.
Saat ini, tak sulit menemukan cara meningkatkan skill mengajar daring di internet. Cara termudah adalah, para guru bisa mengikuti pelatihan yang diberikan oleh lembaga bimbingan belajar online yang sudah berpengalaman.
Komunitas Guru Inspiratif - Pahamify misalnya, program ini dirancang oleh bimbingan belajar online Pahamify untuk mengembangkan kompetensi guru di seluruh Indonesia. Program ini dikemas dalam format webinar terjadwal yang mengulas tentang tips, trik dan inovasi dalam mengajar daring yang lebih efektif. Baca juga: Demi Bisa Mencerdaskan Murid-muridnya, Guru di Sumba Nekat Menyeberangi Banjir
Lihat Juga :