Tingkatkan Reputasi, Untar Dorong Dosen Raih Jenjang Profesor
Selasa, 28 September 2021 - 08:06 WIB
loading...
A
A
A
Ketika Indonesia berlari ke arah dunia arsitektur modern dan bahkan postmodern, sebagaimana negara barat yang dianggap sangat maju. Namun pada kenyataannya dunia barat menyeimbangkan antara pembangunan yang sangat modern dengan sistem struktur yang hitech disaat yang bersamaan mereka juga mulai membenahi kawasan lama.
Bangunan lama untuk dikombinasikan dengan bangunan baru dengan tetap menjaga keharmonisannya, sedangkan fungsi disesuaikan dengan kebutuhan masa kini. Bangunan atau kawasan tersebut menjadi icon kunjungan wisata dari berbagai negara karena mereka sudah mengalami kebosanan dengan sesuatu yang modern sehingga orang-orang mencari ciri khas tersendiri dari negara tersebut.
“Dalam menyiapkan era masyarakat 5.0 Indonesia yang kaya, beragam budaya, serta karya arsitektur yang bermacam-macam, sangat memungkinkan kita dapat mengkombinasikan tatanan dan nilai baru melalui perkembangan teknologi, dengan tetap berpijak pada kultur setempat. Kita semua harus bangga bahwa Indonesia mempunyai nilai lebih, dalam keragaman budaya yang tidak dipunyai bangsa lain,” jelas Prof. Naniek.
Bangunan lama untuk dikombinasikan dengan bangunan baru dengan tetap menjaga keharmonisannya, sedangkan fungsi disesuaikan dengan kebutuhan masa kini. Bangunan atau kawasan tersebut menjadi icon kunjungan wisata dari berbagai negara karena mereka sudah mengalami kebosanan dengan sesuatu yang modern sehingga orang-orang mencari ciri khas tersendiri dari negara tersebut.
“Dalam menyiapkan era masyarakat 5.0 Indonesia yang kaya, beragam budaya, serta karya arsitektur yang bermacam-macam, sangat memungkinkan kita dapat mengkombinasikan tatanan dan nilai baru melalui perkembangan teknologi, dengan tetap berpijak pada kultur setempat. Kita semua harus bangga bahwa Indonesia mempunyai nilai lebih, dalam keragaman budaya yang tidak dipunyai bangsa lain,” jelas Prof. Naniek.
(mpw)
Lihat Juga :