Kisah Pahlawan: Syarif Hidayat, Mengajar Madrasah Berbekal Dua Liter Beras

Kamis, 04 November 2021 - 05:20 WIB
loading...
Kisah Pahlawan: Syarif...
Syarif Hidayat, pengampu Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Miftahul Aulad, Kampung Cilulumpang, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - KAMPUNGitu bernama Cilulumpang, berjarak 37 km dari Kota Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kemarau panjang sedang melanda tempat itu: sawah-sawah gersang, sungai yang mulai mengering dan pepohonan yang meranggas. Untuk mencapai kampung tersebut, harus melalui jalanan yang cukup terjal dan melintasi kebun-kebun karet yang berada di lereng bukit Warungkiara. Jalanan pun masih belum diaspal, beberapa masih berupa marka yang belum rapi dan berkerikil.

Di sana, kita akan bertemu seorang petani dengan kehidupan yang sederhana, tapi ia adalah cahaya bagi warga Cilulumpang dengan madrasah yang dipimpinnya. “Daerahnya sangat jauh, Kang. Semua warga bertani, tapi sekarang lagi paceklik,” tutur tukang ojek yang mengantar dari pangkalan ojek Cikidang, pinggir jalan raya, 8 km dari kampung Cilulumpang.

Satu jam kemudian saya sampai di sebuah bangunan berwarna coklat yang dibagi empat petak kecil-kecil berukuran 6x4 meter. Tepat di depan bangunan itu ada papan kayu bertuliskan: Diniyah Takmiliyah Awaliyah Miftahul Aulad. Di sanalah, Syarif Hidayat memimpin sebuah madrasah kecil bagi anak-anak. Bangunan ini berdiri sejak tahun 1980.

Berawal dari inisiatif H Atang, sesepuh Kampung Cilulumpang yang melihat ketiadaan lembaga pendidikan agama di kampung tersebut, ia mengajak warga mendirikan madrasah. Tak lama setelah itu, datanglah seorang pemuda. Ia alumni Pesantren Siqoyatur Rohmah, Sukabumi, asuhan KH Mahmud Mudrika Hanafi. Kelak, pemuda 25 tahun itu menikahi Wewen, putri H Atang.

Nama pemuda itu Syarif Hidayat. Setelah beberapa waktu seusai pernikahan berlangsung, ia dipercaya mengelola madrasah tersebut. Di madrasah itu, ia mengajar akhlak, fikih, ibadah ubudiyah dan syariah. Ada sekitr 130–140 murid setiap tahun yang belajar di sini. Dari sekitar 2000 warga Kampung Cilulumpang, 90% pernah mengaji di madrasah ini. Saat ini, ia dibantu 5 orang guru yang kebanyakan alumni madrasah tersebut.

“Kiai Syarif itu ulama, guru bagi warga Cilulumpang. Kesabaran yang diajarkan pada kami, khususnya mengelola anak-anak agar selalu punya akhlakul karimah,” ungkap Ustaz Ismail, guru sekaligus alumni Madrasah Miftahul Aulad, sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemenag, Kamis (4/11/2021).

Mungkin tidak pernah terbayangkan dalam benak Syarif Hidayat bahwa madrasah yang diamanahkan kepadanya itu kini mampu bertahan hingga 35 tahun. Tentu bukan waktu sebentar, ia seakan tak percaya hal ini bisa terjadi. “Semua ini pasti karena barokah,” ujarnya.

Berbekal Beras Dua Liter
Mata pencaharian utama warga di Kampung Cilulumpang adalah bertani. Tidak banyak yang berprofesi di bidang lain, entah itu berdagang, apalagi pegawai. Tingkat pendidikan di kampung ini juga tidak terlalu tinggi. “Rata-rata ya SMP atau SMA. Kebanyakan yang muda pergi ke kota, jadi buruh,” papar Sopyan (28 th), putera kedua Syarif Hidayat.

Sopyan yang juga aktif di Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kota Sukabumi ini menjelaskan, bagaimana susahnya menjadi petani di Kampung Cilulumpang. Praktis, hanya musim penghujan sawah bisa ditanami padi. Selebihnya, sawah akan dibiarkan. Ketiadaan irigasi atau waduk yang mampu menampung air hujan menjadi penyebab utama. Efeknya, dalam setahun warga cuma dua kali panen saja. “Kalau sudah musim kering, sawah akan dibiarkan saja. Kira-kira 4-5 bulan per tahun sawah jadi tidak produktif,” tambahnya.

Beras menjadi komoditi utama di kampung ini, tapi hasilnya pun tidak terlalu banyak. Syarif Hidayat pun harus memutar otak, bagaimana supaya anak-anak tetap mendapatkan pendidikan agama tanpa memberatkan warga. “Kalau di SD, pendidikan agama hanya satu jam seminggu, kalau nggak ada madrasah repot. Mereka 1-2 jam sehari bisa diajar agama. Biar agama tersebar, akhlaknya bagus, ditambah kitab-kitab,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Rekomendasi
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Dari Barak Militer ke...
Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Berita Terkini
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Diumumkan Mulai Besok,...
Diumumkan Mulai Besok, Ini Link Pengumuman Hasil SMUP Unpad 2026
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Optimalisasi Pendapatan...
Optimalisasi Pendapatan Pembudidaya Ikan, Tim Dosen Universitas Asahan Edukasikan Teknologi Ozonisasi
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved