Kisah Pahlawan: Syarif Hidayat, Mengajar Madrasah Berbekal Dua Liter Beras

Kamis, 04 November 2021 - 05:20 WIB
loading...
A A A
Jika ada sesuatu yang membuatnya bertahan hingga saat ini, bisa jadi itu karena wasiat dari Ajengan Hanafi, begitu ia biasa menyapa gurunya. Kata-kata itu pula yang memantapkan hatinya untuk tetap mengajarkan agama, menyiarkan Islam dan membina akhlak masyarakat kampung Cilulumpang. Syarif pun mengakui tantangannya saat ini lebih berat dibanding masa-masa sebelumnya, terlihat dari persentasi jumlah santri yang tinggal di kobong (asrama).

Santri yang tinggal di kobong ini biasanya bukan sekadar mengaji di madrasah diniyah, melainkan juga ngaji kitab-kitab yang diajarkan saat subuh dan malam hari, dan jumlahnya terus berkurang. “Kalau dulu, ada sekitar 30– 40 an santri. Anak sekarang uangnya ada, bukunya terbeli, eh anaknya yang nggak mau,” tukasnya.

Ia membandingkan santri zaman sekarang dengan dulu. Dahulu warga desa biasa berjalan kaki, banyak juga dari warga kampung lain dan berkilo-kilo jauhnya, tetap datang ke madrasah untuk ngaji. “Sekarang sudah pada pakai motor, malah nggak ada nginep di kobong. Ngaji. Alasannya takut ketinggalan sekolah. Padahal mah dulu jalan kaki biasa,” tambahnya.

Ia berusaha tetap bijak melihat ini. Tantangannya kini berbeda. Namun, hal itu tidak pernah menyurutkan langkahnya untuk tetap bertahan mengajar. Bahkan, ia bercita-cita mendirikan madrasah tingkat wustho (menengah). “Kalau ada madrasah tsanawiyah (MTs), anak-anak bisa belajar agama lebih banyak lagi. tidak perlu jauh ke daerah lain. Tidak perlu jalan kaki 3 km untuk ke SMP terdekat di kecamatan,” ujarnya.

Mendirikan MTs tentu tidak mudah, apalagi selama 35 tahun Madrasah Miftahul Aulad berdiri belum memiliki akta resmi, sebuah yayasan sebagai payung kelembagaan madrasah. Selama ini, akta masih menginduk ke yayasan orang lain dan untuk madrasah yang ia pimpin sedang dipersiapkan legalitasnya.

Belakangan ia berpikir, bagaimana bisa memperbaiki kobong yang sudah mulai rusak berat itu dan -walaupun para guru itu tidak pernah mengeluh–kesejahteraan guru madrasah itu. Ketiga anaknya juga sudah belajar di perguruan tinggi. Ia berharap anaknya bakal menjadi generasi penerus, mengelola madrasah dan mendirikan MTs sebagaimana yang ia idamkan. Tentunya jika ada bantuan dari pemerintah atau lembaga lain, akan cukup membantu. Namun menurutnya, ada atau tidaknya yayasan tidak akan berpengaruh pada proses belajar-mengajar di Miftahul Aulad.

Toh, selama ini kegiatan terus berjalan dan guru-guru terus akan berjuang bersama membangun masyarakat. “Sampai semampunya, saya tidak mau kalah. Sampai liang lahat, saya tidak akan berhenti belajar dan mengajar sesuai perintah agama,” ujarnya.

Tulisan ini diambil dari buku “Mendidik Tanpa Pamrih: Kisah para Pejuang Pendidikan Islam” yang diterbitkan Ditjen Pendidikan Islam, Kemenag, tahun 2015.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Rekomendasi
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Berita Terkini
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Diumumkan Mulai Besok,...
Diumumkan Mulai Besok, Ini Link Pengumuman Hasil SMUP Unpad 2026
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved