FKG Trisakti-Unhan Gelar Edukasi Pertolongan Pertama pada Gigi Anak Akibat Kecelakaan
Sabtu, 13 November 2021 - 05:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cegah Covid-19, Ratna Octavian: Gigi dan Mulut yang Sehat Penting di Masa Pandemi
Dia menjelaskan, aktivitas anak-anak sebagian besar adalah bermain dan belajar. Pada usia SD dan remaja merupakan usia aktif yang banyak diisi dengan aktivitas fisik. Beberapa aktivitas tersebut memerlukan sikap hati- hati. ”Anak-anak tergolong rentan kecelakaan saat bermain karena keterbatasan kognitif dan motoriknya sedang berkembang. Penyebab trauma atau kecelakaan gigi pada anak yang paling sering adalah karena jatuh saat bermain,” paparnya.
Pemahaman orang tua yang terbatas mengenai perawatan trauma gigi, menyebabkan ketika terjadi kecelakaan, sambung dia, umumnya tidak segera dirawat. Ibu cenderung terlambat dalam mencari perawatan dan baru akan mencari pengobatan setelah timbul gejala klinis seperti perdarahan, rasa sakit dan mobilitas gigi.
”Penyuluhan dalam kegiatan ini meliputi trauma dan pertolongan pertama pada gigi sulung dan gigi permanen. Dengan penyuluhan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan para ibu sehingga mampu bertindak cepat dan benar bila putra- putrinya mengalami kecelakaan gigi. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap derajat kesehatan dan harapan kesembuhan pasien,” tandasnya.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diikuti ibu-ibu berjalan lancer. Mereka tampak serius mendengarkan penyuluhan dan antusias bertanya di sesi tanya jawab serta mengerjakan pre test dan post test. Di akhir acara diberikan bingkisan berupa alat kesehatan kepada ibu-ibu mitra kerja sama.
Dia menjelaskan, aktivitas anak-anak sebagian besar adalah bermain dan belajar. Pada usia SD dan remaja merupakan usia aktif yang banyak diisi dengan aktivitas fisik. Beberapa aktivitas tersebut memerlukan sikap hati- hati. ”Anak-anak tergolong rentan kecelakaan saat bermain karena keterbatasan kognitif dan motoriknya sedang berkembang. Penyebab trauma atau kecelakaan gigi pada anak yang paling sering adalah karena jatuh saat bermain,” paparnya.
Pemahaman orang tua yang terbatas mengenai perawatan trauma gigi, menyebabkan ketika terjadi kecelakaan, sambung dia, umumnya tidak segera dirawat. Ibu cenderung terlambat dalam mencari perawatan dan baru akan mencari pengobatan setelah timbul gejala klinis seperti perdarahan, rasa sakit dan mobilitas gigi.
”Penyuluhan dalam kegiatan ini meliputi trauma dan pertolongan pertama pada gigi sulung dan gigi permanen. Dengan penyuluhan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan para ibu sehingga mampu bertindak cepat dan benar bila putra- putrinya mengalami kecelakaan gigi. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap derajat kesehatan dan harapan kesembuhan pasien,” tandasnya.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diikuti ibu-ibu berjalan lancer. Mereka tampak serius mendengarkan penyuluhan dan antusias bertanya di sesi tanya jawab serta mengerjakan pre test dan post test. Di akhir acara diberikan bingkisan berupa alat kesehatan kepada ibu-ibu mitra kerja sama.
(cip)
Lihat Juga :