Tambah 3, ITS Genapi Jumlah 145 Profesor

Jum'at, 26 November 2021 - 09:51 WIB
loading...
Tambah 3, ITS Genapi...
Tiga profesor baru ITS bersama seluruh jajaran Dewan Profesor ITS usai pengukuhan. Foto/Dok ITS
A A A
JAKARTA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) kembali mengukuhkan 3 guru besar atau profesor dari 3 bidang ilmu sekaligus. Tiga bidang itu adalah dari Departemen Teknik Fisika, Departemen Teknik Kelautan, dan Departemen Teknik Infrastruktur Sipil. Dengan demikian, guru besar ITS genap berjumlah 145 orang.

Mengawali proses pengukuhan dengan orasi ilmiahnya, Prof Dr Ir Ali Musyafa’ MSc membawakan topik penelitian bertajuk Instrumentasi sebagai Pemandu Jaminan Mutu, Pengendalian Risiko, dan Lapis Perlindungan Keselamatan Proses Industri.

Baca juga: Calon Mahasiswa Harus Tahu, Ini 8 Jalur Masuk Perguruan Tinggi di Indonesia

“Saat ini ilmu instrumentasi hampir dipelajari di seluruh disiplin ilmu terutama pada ilmu keteknikan,” terang guru besar ITS ke-143 ini melalui siaran pers, Kamis (25/11/2021).

Dia menjelaskan, hasil studi tersebut bertujuan untuk mendapat gambaran berbagai risiko yang mungkin terjadi mulai tahap desain, proses pengadaan, konstruksi dan pascakonstruksi, yang mencakup tinjauan aspek teknoekonomis, lingkungan perairan, serta lingkungan sosial masyarakat.

“Kajian risiko penting dilibatkan mulai dari proses sederhana hingga yang bersifat kompleks,” ujar Dosen Departemen Teknik Fisika, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) kelahiran Jombang, 1 September 1960 ini.

Baca juga: Berapakah Gaji dan Tunjangan yang Dihasilkan Profesor di Indonesia

Selanjutnya Prof Drs Mahmud Mustain MSc PhD yang membawakan orasi ilmiahnya yang bertopik Perubahan Garis Pantai Paska Semburan Lumpur Panas Porong-Sidoarjo.

Dalam orasinya, guru besar ITS ke-144 ini mengatakan bahwa semburan lumpur yang telah berlangsung lebih dari 15 tahun ini sudah tidak ada upaya yang dapat menghentikannya. “Upaya beralih pada pengaturan terhadap limpahan lumpur,” jelasnya.

Lebih dalam, Mahmud Mustain menjelaskan bahwa penelitian yang telah berlangsung selama tiga tahun ini memberikan solusi komprehensif terhadap fenomena semburan lumpur panas Sidoarjo dalam hal kerusakan lingkungan fisik.

Solusi ini berupa konsep manajemen pengelolaan wilayah pantai serta konsep rehabilitasi wilayah pantai akibat kerusakan lingkungan fisik. “Upaya ini untuk menentukan formula baru yang lebih sesuai dalam menentukan model perubahan garis pantai lokal,” tutur lelaki kelahiran Lamongan, 5 Agustus 1961 ini.

Orasi ilmiah terakhir dibawakan oleh Prof Dr Ir Kuntjoro MT dengan topik Peran Sungai sebagai Infrastruktur Penyelaras Alam. Guru besar ITS ke-145 ini menyampaikan bahwa semakin majunya peradaban manusia seharusnya banjir dan kekeringan bisa diantisipasi dengan baik.

“Memerankan sungai sebagai infrastruktur penyelaras dengan baik dapat menekan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan,” ungkap dosen Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ini.

Kuntjoro melanjutkan, diperlukan adanya perlakuan khusus untuk kompensasi pergerakan alur sungai. Hasil studi ini dapat menentukan posisi letak bangunan yang sesuai agar tidak menimbulkan kerusakan sungai dengan mengetahui pergerakan alur sungai dalam teori KUN-QArSHOV.

“Kesalahan pembangunan harus dibayar mahal untuk kompensasi kerusakan alam sekitarnya dan pengamanan atas bangunan itu sendiri,” ucap dosen kelahiran Tulungagung, 29 Juni 1958 ini.

Terakhir, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng turut menyampaikan selamat kepada tiga profesor ITS yang baru saja dikukuhkan tersebut. “Mari kita terus berkontribusi kepada bangsa untuk memajukan kemanusian,” pesan guru besar Teknik Elektro ini mengakhiri sambutannya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
PTN Favorit dengan Pendaftar...
PTN Favorit dengan Pendaftar UTBK SNBT Terbanyak 3 Tahun Terakhir
Perjuangan Teuku Feroz...
Perjuangan Teuku Feroz Bantu Anak Aceh Tembus Kampus Top Nasional
SMMPTN Barat 2026 Diikuti...
SMMPTN Barat 2026 Diikuti 27 PTN, Cek Daftar Kampus dan Materi Tesnya
Perkuat Barisan Intelektual,...
Perkuat Barisan Intelektual, Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
SMMPTN Barat 2026 Resmi...
SMMPTN Barat 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat, Biaya, dan Daftar 27 PTN Peserta
Mendiktisaintek Diminta...
Mendiktisaintek Diminta Tuntaskan Kasus Dugaan Plagiasi Guru Besar Teknik Unsoed
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
Rekomendasi
Desta Bagikan Kabar...
Desta Bagikan Kabar usai Operasi Mata, Begini Kondisinya Sekarang
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Berita Terkini
Bukan Pelajaran, Ini...
Bukan Pelajaran, Ini Tantangan Terbesar Pangeran George di Sekolah Baru
KKP Luncurkan Ocean...
KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan
9 Kementerian dan Lembaga...
9 Kementerian dan Lembaga yang Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Jadi CPNS
Kisah Aulia, Anak Tukang...
Kisah Aulia, Anak Tukang Tambal Ban yang Sukses Jadi Lulusan Terbaik IPB University
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Spanyol, Negara yang Meraih Juara Piala Dunia 2026
Tim Futsal MNC University...
Tim Futsal MNC University Borong Dua Gelar Juara dalam Dua Turnamen Bergengsi
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved