Tim Mahasiswa UNY Ciptakan Alat Penggoreng Kerupuk Rendah Kandungan Minyak
Sabtu, 19 Februari 2022 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Mahasiswa, Ini Tips Mengerjakan Skripsi Cepat, Tepat, dan Cermat
Cara menggunakannya, pertama kali sambungkan pipa gas pada saluran gas yang tersedia pada bagian belakang kemudian putar regulator dengan arah yang berlawanan jarum jam. Nyalakan pipa gas menggunakan pemantik api dan letakkan loyang pada tempat yang disediakan.
Masukkan minyak lalu tunggu sampai mendidih dan suhu didalam ruang tertutup alat mencapai 170˚C yang dapat dilihat pada termometer yang tertera pada bagian luar alat. Kemudian, masukkan kerupuk ke dalam tiga rak yang tersedia dan tunggu sampai setengah mengembang.
Kemudian kecilkan api agar suhu tetap stabil dan tunggu sampai kerupuk mengembang dengan baik. Setelah matang, keluarkan loyang dan matikan api dengan memutar regulator searah jarum jam.
“Dari uji coba didapatkan hasil bahwa kerupuk akan mengembang maksimal setelah 8 menit pada suhu 2,200 Celcius” kata Reza.
Karya mereka pun berhasil meraih dana Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek.
Cara menggunakannya, pertama kali sambungkan pipa gas pada saluran gas yang tersedia pada bagian belakang kemudian putar regulator dengan arah yang berlawanan jarum jam. Nyalakan pipa gas menggunakan pemantik api dan letakkan loyang pada tempat yang disediakan.
Masukkan minyak lalu tunggu sampai mendidih dan suhu didalam ruang tertutup alat mencapai 170˚C yang dapat dilihat pada termometer yang tertera pada bagian luar alat. Kemudian, masukkan kerupuk ke dalam tiga rak yang tersedia dan tunggu sampai setengah mengembang.
Kemudian kecilkan api agar suhu tetap stabil dan tunggu sampai kerupuk mengembang dengan baik. Setelah matang, keluarkan loyang dan matikan api dengan memutar regulator searah jarum jam.
“Dari uji coba didapatkan hasil bahwa kerupuk akan mengembang maksimal setelah 8 menit pada suhu 2,200 Celcius” kata Reza.
Karya mereka pun berhasil meraih dana Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek.
(nz)
Lihat Juga :