66 Ribu Anak Putus Sekolah dan Pengangguran Dipoles Jadi SDM Siap Kerja
Selasa, 16 Juni 2020 - 11:25 WIB
loading...
A
A
A
PKW diperuntukkan bagi usia 15-30 tahun dengan prioritas 15-25 tahun putus sekolah atau lulus tidak melanjutkan, belum memiliki pekerjaan tetap, dan dari keluarga kurang mampu. Dalam PKW, peserta dilatih dan didekatkan dengan berbagai skema dukungan agar mereka mampu mengembangkan bisnis yang diharapkan akan terus berkembang, mendapatkan modal rintisan usaha dan mampu menyerap tenaga kerja di bidang nonformal.
Dengan adanya sinergi melaui kedua program ini diharapkan dunia usaha mampu menjamin keterserapan lulusan di dunia kerja serta membantu terwujudnya lulusan merintis usaha sendiri. ”Totalnya di 2020 ini diharapkan akan segera tercipta 66.000 SDM terampil dan berdaya mandiri, dihasilkan dari PKK dan PKW ini” ujarnya.
(Baca: Akibat Pandemi, Kondisi Ekonomi Indonesia Mundur 35 Tahun)
Plt. Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikbud Wartanto menyampaikan syarat LKP atau lembaga penyedia jasa kursus dan pelatihan lain, misalnya SMK dan kampus vokasi, yaitu wajib memiliki laboratorium dan bengkel terapan. Lembaga terpilih juga dipastikan hanya yang sudah link and match dengan dunia industri dan dunia kerja.
Skema link and match dimulai dari penyusunan materi pelatihan, atau kurikulum. Kurikulum harus sesuai dengan kebutuhan kerja karena disusun bersama, akan menghasilkan SDM trampil yang harapannya langsung diserap dunia kerja.
Dengan adanya sinergi melaui kedua program ini diharapkan dunia usaha mampu menjamin keterserapan lulusan di dunia kerja serta membantu terwujudnya lulusan merintis usaha sendiri. ”Totalnya di 2020 ini diharapkan akan segera tercipta 66.000 SDM terampil dan berdaya mandiri, dihasilkan dari PKK dan PKW ini” ujarnya.
(Baca: Akibat Pandemi, Kondisi Ekonomi Indonesia Mundur 35 Tahun)
Plt. Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikbud Wartanto menyampaikan syarat LKP atau lembaga penyedia jasa kursus dan pelatihan lain, misalnya SMK dan kampus vokasi, yaitu wajib memiliki laboratorium dan bengkel terapan. Lembaga terpilih juga dipastikan hanya yang sudah link and match dengan dunia industri dan dunia kerja.
Skema link and match dimulai dari penyusunan materi pelatihan, atau kurikulum. Kurikulum harus sesuai dengan kebutuhan kerja karena disusun bersama, akan menghasilkan SDM trampil yang harapannya langsung diserap dunia kerja.
(muh)
Lihat Juga :