SINDOnews dan Pesantren Asshiddiqiyah Gelar Pendidikan Jurnalistik untuk Santri
Kamis, 16 Juni 2022 - 12:14 WIB
loading...
A
A
A
“Ini acara perdana kami bersinergi dengan pesantren sehingga ini momen istimewa. SINDOnews Goes to Pesantren digelar sebagai rangkaian acara untuk menyambut ulang tahun ke-10 SINDOnews.com pada 4 Juli mendatang,” tuturnya.
SINDOnews Goes to Pesantren berlangsung di auditorium Pesantren Asshiddiqiyah, Kedoya, Jakarta. Puluhan santriwan dan santriwati mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat meski berlangsung lebih dari tiga jam, lebih panjang dari rencana semula dua jam. Para santri sangat bersemangat untuk diskusi tentang tema yang disajikan.
Hadir sebagai narasumber yakni Koordinator Fotografer MNC Portal Indonesia (MPI) Ratman Suratman dan Produser Eksekutif Multimedia MPI Wahyu Triyogo. Ratman yang merupakan fotografer senior tersebut berbagi ilmu tentang fotografi jurnalistik, sementara Wahyu memaparkan tentang seluk-beluk video jurnalistik.
Baca juga: Ini 6 Kampus dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Dunia, Buruan Daftar
Ratman mengawali sharing session-nya dengan cerita nostalgia kala berjumpa dengan pendiri Pesantren Asshiddiqiyah, almarhum KH Noer Muhammad Iskandar SQ. Dia mengenang beberapa tahun silam ketika dirinya ditugaskan kantor untuk memotret Kiai Noer Iskandar.
“Saya ingat betul, datang ke sini (Assiddiqiyah) lalu bertemu dengan beliau. Saat pertama melihat saya, beliau bilang ‘Kok kamu belum sholat?’. Saya terkejut, saya belum bicara apa-apa beliau tahu. Saya lalu sholat Ashar di masjid sini,” kata dia.
Ratman menuturkan, fotografi jurnalistik dapat dipelajari siapa pun, tak terkecuali santri. Apalagi saat ini banyak alat untuk mendukung keahlian itu, termasuk ponsel. Namun, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan agar suatu karya foto dapat dikategorikan fotografi jurnalistik.
Salah satu elemen yang penting dalam fotografi jurnalistik yakni keterangan foto atau caption. Keterangan foto harus dapat menjelaskan secara lengkap atau utuh tentang foto itu. “Harus ada unsur 5W 1H. Caption itu akhirnya menjadi bagian tak terpisahkan dari foto itu sendiri,” ucapnya.
SINDOnews Goes to Pesantren berlangsung di auditorium Pesantren Asshiddiqiyah, Kedoya, Jakarta. Puluhan santriwan dan santriwati mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat meski berlangsung lebih dari tiga jam, lebih panjang dari rencana semula dua jam. Para santri sangat bersemangat untuk diskusi tentang tema yang disajikan.
Hadir sebagai narasumber yakni Koordinator Fotografer MNC Portal Indonesia (MPI) Ratman Suratman dan Produser Eksekutif Multimedia MPI Wahyu Triyogo. Ratman yang merupakan fotografer senior tersebut berbagi ilmu tentang fotografi jurnalistik, sementara Wahyu memaparkan tentang seluk-beluk video jurnalistik.
Baca juga: Ini 6 Kampus dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Dunia, Buruan Daftar
Ratman mengawali sharing session-nya dengan cerita nostalgia kala berjumpa dengan pendiri Pesantren Asshiddiqiyah, almarhum KH Noer Muhammad Iskandar SQ. Dia mengenang beberapa tahun silam ketika dirinya ditugaskan kantor untuk memotret Kiai Noer Iskandar.
“Saya ingat betul, datang ke sini (Assiddiqiyah) lalu bertemu dengan beliau. Saat pertama melihat saya, beliau bilang ‘Kok kamu belum sholat?’. Saya terkejut, saya belum bicara apa-apa beliau tahu. Saya lalu sholat Ashar di masjid sini,” kata dia.
Ratman menuturkan, fotografi jurnalistik dapat dipelajari siapa pun, tak terkecuali santri. Apalagi saat ini banyak alat untuk mendukung keahlian itu, termasuk ponsel. Namun, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan agar suatu karya foto dapat dikategorikan fotografi jurnalistik.
Salah satu elemen yang penting dalam fotografi jurnalistik yakni keterangan foto atau caption. Keterangan foto harus dapat menjelaskan secara lengkap atau utuh tentang foto itu. “Harus ada unsur 5W 1H. Caption itu akhirnya menjadi bagian tak terpisahkan dari foto itu sendiri,” ucapnya.
Lihat Juga :